06.03.09
email dari dahsyat.com
ada email bagus yang baru saja saya dapatkan dari dahsyat.com
Kebanyakan orang iri terhadap orang Kaya & Sukses
dan menyangkal dirinya sendiri untuk menjadi kaya
seperti mereka, Karena Mereka tidak percaya bahwa
mereka juga mempunyai hak untuk menjadi Kaya,
Mereka juga bisa menjadi Kaya.
Yang perlu mereka katakan pada diri mereka adalah:
- Saya PATUT MENDAPATKAN-nya
- Saya MEMERLUKAN-nya
- Saya BERKOMITMEN untuk Mendapatkannya
- Saya BISA Melakukannya.
Daripada hanya Berharap, Bermimpi, dan Melihat.
Rencanakan diri Anda untuk menjadi KAYA antara
5 – 7 Tahun dari sekarang dengan menggunakan alat
paling kuat di Bumi – WAKTU
Melebihi Menghasilkan / Menciptakan, Bagaimana
Mengendalikan, Daya Ungkit, Nilai Kali, Proteksi,
Pertumbuhan, Jalan Keluar,
Anda perlu mengetahui:
- Rahasia dari Jutawan
- Mengetahui apakah Anda akan menjadi Miskin
atau Kaya dalam Hidup ini - Cetak Biru uang Anda
- Pola dari Orang Kaya
- Pernyataan Kekayaan Keuangan Anda
- Strategi dari Orang Kaya menggunakan Bisnis,
Properti, Stocks/Opsi - Strategi untuk menghasilkan $1Juta dalam
10 tahun dengan menggunakan $2500 setiap tahun - Bagaimana menghasilkan 30% – 4000% dalam 5 tahun
- Dimana tempat terbaik untuk berinvestasi dalam Properti
- Last but not Least -
Anda tidak perlu Pintar untuk menjadi Kaya
kisah perjuangan nelayan jepang
Ada sebuah cerita tentang nelayan Jepang yang insaya Allah bisa kita ambil hikmahnya. Orang Jepang sejak lama menyukai Ikan yang segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan sekitar Jepan dalam beberapa dekade ini.
Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penagkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh nelayan pergi, maka waktu yang dibutuhkan pun semakin lama untuk membawa hasil ngkapannya
ke daratan. Jadi, ikan yang dibawanya tersebut sudah tidak lagi segar. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan memasang freezerdalam kapal mereka.
Mereka akan menagkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi senakin jauh dan lama, namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan beku dan ikan segar, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Kemudian sebuah gagasan baru kembali dipakai oleh perusahaan penagkap ikan, yaitu dengan cara memasang tangki-tangki penyimpan ikan dalam kapal mereka. Setelah menangkap ikan para nelayan langsung memasukkan ikan tersebut ke dalam tangkihingga berdempet-dempetan.
Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas kendatipun tetap hidup.namun orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa segar ikannya. Orang segar mengkehendaki ikan segar yang lincah, bukan ikan segar yang lemas.
Selanjutnya cara apa lagi yang dilakukan oleh para nelayan untuk menjaga agar ikannya tetap segar, sehingga diminati oelh masyarakat Jepang? Solusi terbaiknya ternyata sederhana, sangat sederhana!
Perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan tersebut di dalam tangki, tetapi kini mereka memasukkan ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi hidu dan sangat segar. Ikan-ikan tersebut ternyata tertantang untuk bertahan hidup dari ancaman. Yang dilakukan nelayan Jepang hanyalah melakukan perbaikan secara bertahap pada setiap usaha yang telah dilakukannya, sehingga menghasilkan sebuah kondisi ideal yang diharapkan.
Pada dasarnya, seseorang tidak bisa mencapai kesuksesan dengan cara yang instan dan dalam rentang waktu yang sangat singkat. Ada tahapan-tahapan yang harus dilewati terlebih dahulu menuju puncak keberhasilan, dan kesabarsan dalam melewati tahapan-tahapan itulah yang akan membedakan seorang yang berhasil dengan seorang yang gagal.
selamat berjuang untuk menjadi lebih baik….
viki kurdiansyah
inspiring trainer
www.tips-indonesia.com
www.outboundindonesia.com
berhenti untuk lebih baik=berhenti menjadi baik
Rahasia keberhasilan sistem KAIZEN di Jepang adalah perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah disabdakan Rosulullah SAW yang telah menginspirasi banyak orang-orang besar bahwa hari ini harus lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dibandingkan dengan hari ini.
Orang-orang besar adalah mereka yang tidak pernah puas dengan kapasitas pada diri mereka dan prestasi yang telah mereka torehkan. Mereka akan senantiasa belajar dan terus belajar untuk meningkatkan potensi mereka. Ketika telah berhasil mengukir sebuah prestasi, maka mereka akan bersiap kembali untuk mengejar prestasi yang lebih besar lagi.
Jika anda merasa puas dengan kapasitas yang telah anda miliki dan prestasi yang pernah anda torehkan, maka dapat dipastikan anda tidak akan pernah berhasil menggapai prestasi yang lebih besar lagi.
Seorang penebang kayu harus senantiasa mengasah kapaknya, sebab tidak ada pohon besar yang dapat ditebang oleh kapak yang tumpul. Seorang pemburu harus senantiasa mengencangkan busur panahnya dan mempertajam anak panahnya, sebab tidak akan ada buruan yang mampu takluk oleh busur panah yang renta dan anak panah yang tumpul. Maka apa yang perlu anda asah agar prestasi demi prestasi dapat anda gapai.
Ia yang berhenti untuk menjadi lebih baik, ialah yang berhenti menjadi baik.
Tips mendahsyatkan potensi diri:
1. Kenali kelemahan dan kekurangan anda.
2. Tentukan kekurangan dan potensi yang ingin anda perbaiki, kemudian perbaikilah segera.
3. Jangan pernah merasa puas dengan prestasi.
4. Jangan segan-segan membayar dengan harga mahal untuk mengembangkan potensi diri anda.
5. Menerima masukan positif terhadap diri anda.
6. Komitmen untuk terus belajar
7. Lakukukan perbaikan secara bertahap
8. Kerjakanlah semua kebaikan yang dapat anda kerjakan , dengan seluruh sarana yang anda mampu, dengan segala cara yang anda bisa, di setiap tempat yang anda lalui, di setiap saat yang anda lewati, pada setiap orang yang anda temui, sepanjang anda mampu melakukannya.
(John Wesley)
Perubahan tidak dimulai dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Sekuat apapun orang lain membantu diri anda untuk menjadi sukses, hal tersebut tidak akan berarti jika anda sendiri tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang yang sukses. Faktor terbesar penentu kesuksesan dan kemajuan seseorang adalah dirinya sendiri. Bukan lingkungan ataupun orang lain yang ada disekitarnya.
perjalanan skripsi ku
setahun ini adalah perjalanan hidup yang butuh pengorbanan dan butuh pemilihan keputusan yang tepat. pengorbanan waktu, tenaga, uang dan sebagainya. akhir agustus 2008 kemaren, saya mengajukan proposal tugas akhir. penelitian yang perlu perhatian yang ekstra. banyak hal2 baru yang harus saya pelajari, mulai dari teori2 baru hingga software yang baru saya ngerti.
september 2008, skripsi mulai saya tinggalkan. saat itu bulan ramadhan. ingin sih ngerjain skripsi tapi belum bisa ngatur waktu dengan baik. saya sebagai salah satu takmir masjid di malang harus ekstra melayani jamaah tanpa harus mengorbankan ibadah ramadhan. sayang kan kalo ibadah yang luar biasa ini ditinggalkan. sore ampe waktu sahur dan subuh saya fokuskan ke ibadah. mulai dari ngambil takjil, nyiapkan kajian sebelum berbuka, sholat tarawih , bangunkan jamaah jam 02.30 dini hari hingga waktu subuh. pagi ampe siang belajar untuk skripsi.
oktober 2008, gak bisa ngerjain TA. fokus silaturahim ke keluarga. tahun 2008 ini adalah momen yang sangat mengharukan dan menggembirakan. saya ketemu dengan keluarga di madura yang selama lebih dari 16 tahun tidak berjumpa. terakhir jumpa tahun 1993. waktu itu saya masih kelas 2 SD. tangis, haru dan tawa mengiringi perjumpaan itu.
november tahun 2008, saya coba program yang baru saya pelajari, yaitu simulink. klo temen2 pernah tau program matlab, nah disitu ada program simulink juga. aku belajar mulai dari nol hingga sekarang masih ngotak-atik program itu. pusing aku dibuatnya….
akhir november 2008 aku harus meninggalkan skripsi ku lagi. aku dapat tawaran yang menggiurkan. join di kontraktor yang lagi bikin pabrik bioetanol. saya belum pernah punya pengalaman di situ. dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan aku harus rela skripsi di nomor sekian kan akhirnya tawaran itu aku terima. perjalanan bantu bangun pabrik bioetanol ini berakhir di awal bulan januari 2009. banyak pengalaman yang menyenangkan dan menyedihkan.
pertengahan bulan januari 2009, perjuangan menyelesaikan skripsi dimulai lagi. berat rasanya memulai setelah sekian lama ditinggal. harus mengumpulkan semangat yang dulu. harus adaptasi lagi dengan kondisi yang dulu yang sempet tertinggal. perjuangan…. itulah intinya. tidak hanya berjuang untuk skripsi tapi juga berjuang mengkondisikan diriku untuk siap lagi mengerjakan skripsi.
perjalanan ini hingga akhrir april… alhamdulillah ada hasilnya sudah sampai penelitian. laporan sudah diketik. kemudian dilaporkan ke dosen pembimbing. cukup banyak yang harus direvisi. dan yang membuatku mengambil nafas panjang, aku harus mempelajari pendekatan yang baru dalam menganalisis penelitian ku.. oke saya terima. belajar lagi… belajar lagi…analisis yang baru.
untuk kesekian kalinya, skripsi harus saya tinggalkan lagi. entah lah… mengapa aku milih itu. telpon dari indomobil jakarta “memaksa” aku harus meninggalakan skripsi, kota malang dan menuju jakarta. perjalanan pertama sendirian menuju kota jakarta. hampir 3 minggu aku ningkrong di jakarta hanya demi mengikuti tes di indomobil. tapi ada yang membuatku bangga. ternyata yang dipanggil ke jakarta itu telah mengikuti seleksi di masing2 kota, diantaranya malang, jogja, semarang, jakarta. Alhamdulillah aku termasuk orang yang terpilih.
setelah menjalani beberapa tes di jakarta, akhirnya aku harus ikhlas tereliminasi di tes presentasi+interview. padahal kurang satu tapak lagi… it’s oke… mungkin ini adalah yang terbaik bagiku. meskipun harus ninggal skripsi dan bertahan hidup di jakarta yang panas dan serba mahal makananya.
akhirnya di awal juni ini, baru kembali ke jalan yang benar, he… ngerjain skripsi lagi. mohon doanya bulan ini sidang di depan para penguji.. amiieennnnn….
05.05.09
beginilah pemuda seharusnya
Pemuda adalah kekuatan. matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu.
Berbicara masalah pemuda, tentunya kita tidak boleh melupakan dari sosok pribadi penyokong dari idealisme pola pikir pemuda itu sendiri. Selain itu, perlu pula pemahaman tentang makna realitas kehidupan bagi mereka.
Pemuda merupakan istilah yang ditunjukkan bagi orang-orang yang berada pada suatu tahap kehidupan tertentu dalam rangka perjalanan kehidupan mereka mencapai makom kedewasaan. Bagi komunitas pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sehari-hari sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan-kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat (bersifat muluk) yang mendominasi pikiran mereka. Berbeda dengan orang dewasa, dimana tipikal orang dewasa cenderung untuk melihat kenyataan itu sebagai bagian dari suatu dunia nyata yang mapan.
Dalam hal ini, perlu disadari bersama bahwa bagi setiap insan kamil. Tahap kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Yang mana, bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan psikis manusia, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan fisik manusia.
Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu:
(1) Memiliki kemampuan lebih banyak diam daripada berbicara. Artinya ia memiliki kemampuan mendengar lebih baik. Diamnya orang dewasa itu, semata-mata untuk kebaikan.
(2) Memiliki empati yang tinggi. Yakni memiliki kemampuan melihat sesuatu itu, bukan saja hanya dari sisi pribadinya, tetapi juga dari sisi orang lain.
(3) Bersikap waro. Orang dewasa itu dalam tindakannya selalu ditata dengan hati-hati terhadap segala hal. Apabila kita berperilaku tidak hati-hati, berarti kita sama dengan anak kecil. Lagian, semakin kita ceroboh, maka kita makin tidak dewasa saja.
(4) Seorang dewasa itu harus memiliki sikap amanah. Yakni pribadinya memiliki kemampuan bertanggung jawab. Orang dewasa itu, harus full tanggung jawab. Semakin seseorang tidak tanggung jawab, maka ia adalah seorang pengecut/ munafik, bukan orang dewasa lagi.
(5) Dapat menjadi suritauladan. Seorang dikatakan dewasa, jika ia mampu menjadi suritauladan bagi keluarganya, anak-anaknya, istrinya, dan lingkungan ummatnya.
(6) Bertindak adil. Seorang dikatakan dewasa adalah dilihat dari kemampuan bertindak adil. Tidak berat sebelah dalam suatu keputusan yang diambilnya.
Dari konsep tersebut, kemudian paling tidak akan memunculkan sifat responsif dari pemuda berupa hasrat yang kuat untuk secepatnya mengembangkan kedewasaan dan kematangan psikik mereka. Kemunculan hasrat ini, dikarenakan kesadaran para pemuda bahwa kedewasaan akan memberikan kepada mereka peluang yang lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi secara universal kepada bangsa dan negara.
Untuk itu, bulan Oktober merupakan moment yang tepat untuk mengingatkan kembali akan eksistensi dan sikap pemuda yang mesti dimiliki dan dikembangkan dalam rangka menghadapi tantangan dimasa depan. Namun demikian, hendaknya setiap pemuda muslim berhubungan dengan moral, tingkah laku, dan kebijaksanaan yang dituntut dari pemuda muslim yang digariskan dalam Alquran.
Berkait dengan itu, Dr. M. Manzoor Alam (1989: 40-43), menyebutkan ada sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam itu.
Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah. Penundukkan diri sepenuhnya, pengikat diri secara total dan penyerahan diri seutuhnya kepada Allah adalah ciri pemuda yang utama. (QS. 17; 23 dan QS. 31: 12-13).
Kedua, baik terhadap orang tua. Islam menekankan pentingnya berbuat baik terhadap orang tua. Hal ini bukanlah demi kepuasan keberadaan sebagaimana yang lazim dalam masyarakat Barat. Tetapi pemuda Islam selalu menyadari kenyataan bahwa berbuat baik terhadap orang tua, memelihara mereka dalam saat yang diperlukan, memohon ampunan Allah bagi mereka, merupakan bagian dari penyembahan kepada Allah Yang Maha Kuasa. (QS. 17: 23).
Ketiga, jujur dan bertanggung jawab. Pemuda Islam hendaknya berikhtiar untuk memanfaatkan karunia atau anugrah yang dilimpahkan kepada mereka seproduktif mungkin. Karunia ini tidak hanya berupa kekayaan, tetapi meliputi pula segala hal seperti kekuasaan dan kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan, dll. (QS. 17: 16-17).
Keempat, persaudaran dan kasih sayang. Pemuda Islam hendaknya memiliki sifat mencintai sesamanya dan hendaknya dijiwai oleh semangat berkorban. Mereka hendaknya bagaikan sebuah bangunan yang kekuatannya terletak pada kekompakan dari komponen-komponen yang membentuk bangunan itu. (QS. 49: 10 dan 3: 103).
Kelima, bermusyawarah. Pemuda Islam harus berpegang kepada bermusyawarah dan harus selalu mentaati norma-norma permusyawarahan, seperti diamanatkan dalam Alquran Surat Asy-Syurura (42): 38 dan Ali ‘Imran (3): 159.
Sifat-sifat dasar tersebut mesti di bangun pada tiap-tiap pemuda Islam untuk menjadi sebuah idealismenya. Baru dari komitmen tersebut, akan melahirkan pemuda-pemuda ideal yang diharapkan menjadi generasi Rabbi Rodhiya.
Yang mana, generasi Robbi Rodhiya ini setidaknya memiliki parameter-parameter yang bisa kita amati, diantaranya berupa:
1. Mempunyai keterikatan pada Ilahi. Di dalamnya terhujam rasa cinta yang membara kepada Allah dan melangkahkan kaki sesuai dengan kehendak Allah, sebagai kekasihnya. Satu-satunya alternatif dalam hidupnya adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. (QS. 6: 162 dan QS. 3: 31).
2.Memiliki keberanian untuk berjihad dengan harta dan jiwa demi tegaknya kalimatullah. (QS. 9: 41).
3.Berserah diri secara total (kafah) kepada Allah dengan harapan mendapat petunjuk dan keridhoan-Nya. (QS. 2: 128).
4.Memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan keridhoan Allah. (QS. 17: 23-24 dan QS. 31: 14).
5.Membina diri untuk selalu menegakkan sholat, berakhlak bijaksana dalam da’wah serta memiliki kesabaran dalam menghadapi cobaan. Dan rendah hati, tidak takabbur, dan tidak ingin pujian serta membantu orang yang lemah dengan harapan mendapat cinta Allah. (QS. 31: 17).
6.Gandrung akan ilmu pengetahuan, peka terhadap lingkungan, banyak berdzikir dan pandai membaca situasi dan kondisi yang berkembang. (QS. 39:91).
7.Memiliki perkataan dan tingkah laku yang lemah lembut, sangat kuat pendiriannya terhadap kebenaran, bagaikan bangunan yang berdiri kokoh, sehingga ia tidak takut dan berduka cita. (QS. 46: 13-14).
8.Gemar membaca Alquran dan menjadikannya sebagai sistem kehidupan. Dengan Alquran ia dapat membedakan antara haq dan bathil, cara berpikir dan bertindaknya didasari pada Alquran dan Sunah Nabi. Ia berusaha untuk menjadi Quran yang hidup dan ia tidak suka kalau hanya bicara tanpa beramal, karena Allah memang tidak suka pada yang demikian. (QS. 2: 44 dan QS 61: 2-3).
Alangkah indahnya, bila ciri-ciri tersebut ada dalam pemuda Muslim Indonesia. Dan Pemuda seperti itulah harapan ummat. Pertanyaannya, mampukah kita membangun terwujudnya pemuda yang sesuai dengan tuntutan Alquran tersebut?