10.26.09
Memecahkan Masalah ala Wright Bersaudara

innovation-wright-brothers
Mark Eppler mengatakan dalam bukunya, The Wright Way, bahwa ada tujuh prinsip untuk memecahkan masalah yang bisa kita ambil dari Wright bersaudara.
Seperti yang kita tahu, Wilbur dan Orville Wright berhasil menerbangkan manusia ke udara pada tahun 1903. Selain memberikan sebuah karya yang bermanfaat, mereka juga memberi pelajaran tentang bagaimana kita harus memecahkan masalah.
Hebatnya, Wright bersaudara mampu memecahkan masalah teknis yang rumit tanpa bantuan dari pihak luar. Apa yang membuat mereka sukses bukanlah pendidikan yang tinggi, tapi kekuatan pikiran mereka. Prinsip pemecahan masalah ala Wright bersaudara ini sering kali digunakan untuk mengambangkan bisnis.
Tujuh prinsip yang mereka terapkan adalah:
1. Constructive Conflict: Mereka dahulu sering mengalami konflik tentang sebuah masalah yang muncul, tapi mereka tidak menghindari konflik tersebut untuk kemudian menemukan jawaban atau jalan keluar yang tepat guna menyelesaikan masalah yang akan datang berikutnya.
2. Tackle worst thing first: Mereka mencoba menyelesaikan masalah yang paling sulit terlebih dahulu, baru kemudian masalah yang lebih mudah. Mereka melakukan ini dengan membagi-bagi tingkat kesulitan dalam membuat pesawat terbang. Masalah yang paling sulit mereka tangani terlebih dahulu, karena jika bagian ini tak bisa selesai, keseluruhan masalah juga tak akan selesai.
3. Just plain tinkering: Mencari pendekatan untuk menyelesaikan masalah ketika mereka mencoba memahaminya.
4. Rigid flexibility: Pikiran mereka fleksibel dengan “berpikir di luar kotak”, mencoba memecahkan suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda.
5. Forever learning: Mereka tak pernah berhenti belajar.
6. Methodical meticulousness: Bersikap cermat dan sesuai metode dalam pendekatan mereka terhadap masalah. Misalnya, mereka mencatat tiap apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak asal dalam usaha mereka.
7. Equitable teamwork: Mereka menyelesaikan masalah dengan kelompok orang dengan tujuan yang sama.
Dengan menggunakan prinsip tersebut, Wilbur dan Orville bisa meminimalisasi biaya untuk membuat pesawat. Ini tentunya sangat cocok jika diterapkan dalam bisnis Anda
(Referensi: scholar.lib.vt.edu/ejournals/JITE/v42n1/kraft.html)
Salam Sukses,
Viki Kurdiansyah
10.22.09
bermimpi dan bertindaklah

Seluruh dunia bisa terang di malam hari diawali oleh mimpi besar seorang Thomas Alva Edison untuk menciptakan bola lampu. Dari impian ini, lahirlah tindakan yang luar biasa. Terus mencoba dan mencoba untuk membuat bola lampu hingga mengalami kegagalan sampai 10000 kali. Berapa kali Pak Edison berhasil membuat bola lampu?? Tidak hanya satu kali. Pak Edison selalu memperbaiki bola lampunya. Tidak ada kamus “puas” dalam benak Pak Edison. Berhasil membuat bola lampu, membuat Pak Edison bersemangan untuk peningkatan kualitas bola lampunya.
Wright bersaudara bermimpi ada sebuah mesin yang bisa terbang ke udara. Mustahil…!!! kata orang sekitanya. Karena kekuatan mimpi dua bersaudara ini, lahirlah tindakan luar biasa untuk mencoba membuat mesin yang bisa terbang. Hasilnya, kita bisa kemana saja di belahan bumi yang mana pun dengan cepat berkat jasanya.
Leonardo Da Vinci juga pernah memimpikan sebuah jembatan yang bisa menghubungkan antara pulau dengan pulau lainnya. Saat itu mimpinya ditertawakan oleh orang lain. Namun sekarang, banyak di berbagai negara menggunakan impiannya untuk menghubungkan antarpulau, termasuk Suramadu di Indonesia.
Mimpi besar adalah titik awal untuk tindakan-tindakan luar biasa. Jika Anda bermimpi kemudian tidak ada tindakan untuk mewujudkannya, bukan berarti mimpi tidak berguna. Yang diperlukan ialah keyakinan yang kuat atas bahwa mimpi tersebut bisa terwujud. Edison, tidak akan bertahan mencoba sampai 10000 kali, jika tidak yakin bola lampu bisa dibuat. Jika sebuah mimpi tidak diikuti oleh tindakan, artinya dia tidak yakin dengan mimpinya. Inilah yang disebut menghayal atau mimpi di siang bolong. Mimpi seperti inilah yang tidak boleh karena tidak akan memberikan hasil.
Ada dua jenis pemimpi. Pemimpi yang hanya berkhayal dan juga pemimpi yang penuh dengan keyakinan sehingga menghasilkan tindakan yang penuh kerja keras, kerja cerdas, dan pantang menyerah. Pantang menyerah inilah ciri seorang pemimpi sejati seperti dikatakan oleh Napoleon Hill. Jangan jadikan “para pemimpi” sebagai bahan ejekan. Para pemimpi itu berbeda, tidak boleh digeneralisir. Sebagian para pemimpi itu ada yang berjasa kepada kita. Teknologi-teknologi mutakhir jaman sekarang adalah buah dari mimpi-mimpi masa lalu. Berterima kasihlah kepada mereka.
Justru, mulailah bermimpi besar. Tetaplah bermimpi besar. Bangun keyakinan bahwa mimpi Anda akan tercapai. Lihatlah hasilnya nanti. Anda akan bertindak lain daripada yang lain. Anda akan menghasilkan tindakan yang luar biasa yang akan mengarah kepada pencapaian besar Anda.
10.12.09
Seberapa Besar Kapasitas Diri Anda?
Wow…. hebat dan menginspirasi… Sebuah artikel yang menginspirasi saya untuk selalu meningkatkan kapasitas diri. Arikel yang bersumber dari webnya pak dadang kadarusman (www.dadangkadarusman.com). Semoga menginspirasi Anda juga…
Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan?
Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.
Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.
Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ’satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ’sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Catatan Kaki:
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti;
sangat sulit untuk memulai kembali.