11.04.08
8 tanda2 sang jodoh
di tengah-tengah gejolak jiwa ingin segera menyunting bidadari dunia, aku menemukan artikel yang cukup menyejukkan hati. sebagai tambahan referensi untuk diriku dan para pembaca…semoga bermanfaat
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang
adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu,
entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua
selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan
semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang
lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat
berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!
Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda
atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba
sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya
rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya?
Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat?
Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu.
Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi
serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat!
Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…
Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa
perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari
tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda
berdua kelak bisa saling terikat.
Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa
memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah
pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat
bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang
datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham
saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda
sakit……. ..Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…
Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli
dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak
malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti
dia sudah siap m enerima Anda apa adanya..
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu
memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di
depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit
dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di
tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi
menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa
berarti pasangan sejati telah Anda temukan!
Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?
Lantas………..BAGAIMANA CARA MENGETAHUI PERTANDA-PERTANDA TERSEBUT?
Ssssstttttt …..jangan bilang-bilang Ya…..
YA..DENGAN PACARAN….., eeiii..tt nanti dulu …..maksudku
“PACARAN SETELAH MENIKAH”, Jadi NIKAH DULU BARU
PACARAN…..Nah itulah JODOH anda.
sumber : milis FLP
05.23.07
nikah dulu, baru pacaran
alangkah seringnya mentergesai kenikmatan tanpa ikatan membuat detik-detik terasa hambar. belajar dari ahli puasa yang memiliki 2 kebahagiaan baginya, nanti saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala
ketergesaan menikmati sisi-sisi indah dalam hubungan dua insan sebelum dihalalkan tak hanya berakibat dosa yang menjanjikan siksa akhirat, tapi kadang Allah menyegerakan rasa pedih dan perih dalam jiwa saat kita masih di dunia
ketika pacaran, mereka sudah merasakan semua bumbu yang seharusnya digunakan untuk menyedapkan kehidupan rumah tangga. saling mencurahkan perasaan, berbagi dan meredakan keluh kesah dan gelisah, memberi perhatian, dsb… semua sudah. Pandangan kasih nan sayu, sentuhan mesra, kerapatan fisik, sandaran, singgungan dan tekanan kulit yang ternikmati, dsb… semuanya juga sudah. Pergi berdua, bertualang bersama, bertamasya mesra, semuanya juga sudah.
sungguh jiwa begitu mudah bosan. Takkan ada yang istimewa dan menjadi kenangan selama hidup pada pernikahan malam pertama. Kalau semuanya sudah dilakukan, kita mau apa lagi? Takkan ada lagi salah tingkah yang mengasyikkan lagi yang mengundang malu-malu kucing
kalau kita menikah dan pernah pacaran sebelumnya, kita akan membandingkan pacaran dengan pernikahan. Pastilah pacaran (sebelum nikah) lebih indah karena memang hanya mencari rasa indah dan kenikmatan. Kalau kita membandingkan istri kita dengan pacar kita yang dulu, bisa dipastikan pacar yang dulu lebih sempurna. Emang gitu, karena selama pacaarn hanya sifat baiknya aja yang ditunjukkan pada kita. sedangkan buruknya ditimbun dalam-dalam
bisa jadi ada pintu-pintu kesenangan yang dibuka saat pacaran, tetapi tunggulah saat dimana kita terdiam berputus asa, saat segala kecewa dituai karena pernikahan yang tak berbumbukan kenikmatan, saat kita kecewa bahwa isteri atau suami kita tak seindah harapan, saat itulah kita kan menyesal. penyesalan yang tak berguna. Saat itulah kita akan tersadar (mumpung belum terlambat kembalilah ke jalan yang benar)
Allah sudah mengatur dengan jelas bagaimana kita melakukan interaksi dengan lawan jenis, semua udah diatur. siapa yang paling tau kita, sebagai manusia yang punya rasa cinta dan suka pada lawan jenis kecuali hanya Allah. Karena memang Dia yang memberikan itu semua, rasa suka dan cinta. Dia juga telah menurunkan aturan-aturan untuk hambaNya tapi mengapa kita memakai aturan itu. Malah kita mengambil aturan di luar aturan yang telah diberikan oleh pencipta kita?
sekarang kita bebas memilih, kita mau memakai aturan Allah ataukah aturan yang lain dan pasti setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya. kita udah tau lah… Mau hubungan yang haram, hina, rendah dan penuh buaian nafsu ataukah hubungan yang halal, sesuai aturan sang pencipta, yang akan mendatangkan barokah, sakina, mawadah
sebuah petikan ayat dari al Qur’an surat Al An’am 44 semoga menjadi bahan renungan
“maka tatkala mereka melupakan peringaan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka pintu kesenangan bagi mereka. sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang telah deberikan kepada mereka , Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. maka ketika itu mereka terdiam berputus ada”
peringatan sudah disampaikan, sekarang terserah kita mau memilih yang mana. Sebagai closing tulisan ini, aku akan kutipkan firman Allah swt, surat An Nur 24 yang artinya
wanita yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula). sedangkan wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik (pula) ….
inilah puasa panjang syahwatku, kekuatan ada pada menahan dan rasa nikmat itu terasa di wakku buka yang penuh kejutan
bidadari dunia yang elok
bidadari itu…
misterius…
tak dapat disangka dan diduga
bidadari itu muncul di hati ku
sering terlintas di pikiranku
selalu membayangi ku di setiap derap langkah ku
dia membawa perubahan dalam hidupku
mewarnai dunia ku
memberi terang di setiap jalanku
dia adalah motivator ku
pemberi semangat kala aku galau
manis senyumnya menyejukkan hati
wajah imutnya buat aku gemezzz…. (pengen tak cubit aja)
dia adalah sumber inspirasiku
selalu beri ku ide brilian
imajinatif, kreatif dan inovatif
meski hanya sejenak…
walau hanya sekejap…
kehadirannya telah merubah hidup ku
dan memberi warna dalam perjalanan ku
buat dia tersenyum…
Ia tersenyum. Sebongkah kenangan hadir di pelupuk mata. Tawa riang seorang gadis kecil, isak tangis sang buah hati, dan kemanjaannya yang menggemaskan. Curahan kasihnya yang melimpah, telah membentuk anak kesayangannya itu menjadi gadis manja yang cerdas namun keras kepala.
Terbayang saat hujan deras mengguyur bumi, ia berjalan sekian kilo untuk menjemput sang buah hati dari sekolahnya. Jalanan licin tak beraspal, bukan halangannya untuk membawakan sebuah payung untuk si putri kesayangan. Dan ketika sang buah hati datang dengan sebuah senyum dan ciuman di tangan, alangkah bahagia hatinya, terbanglah seketika segala penat yang sempat meraja di tubuhnya yang letih.
Dan ia masih tersenyum, meski ketika hari demi hari, sang buah hati ternyata semakin manja. Ia tetap selalu rindu memandang wajah putri tercinta, meski di wajah itu tercoret garis cemberut, meski kata-kata ketus kerap terlontar dari mulut sang buah hati. Ia tahu, buah hatinya tak pendai menyimpan rasa seperti dirinya, hingga segala apa yang dirasa di dalam hati sang putri, begitu pulalah yang terlukis di wajahnya.
Ia pun rindu, ketika gadis kecilnya pulang membawa setumpuk kelereng, atau membawa sekantung karet gelang. Ia tahu, putri kesayangannya main apa saja, dengan siapa saja. Dia tetap menyimpan rindu, ketika memarahi gadis kecilnya yang setiap hari main kelereng, main laying-layang, main kejar-kejaran, main pukul-pukulan bahkan dengan anak laki-laki tetangganya, atau dengan anak laki-laki sepupu-sepupunya. Anak perempuan ko kasar mainnya sih neng? yang lembut atuh geulis? begitu selalu nasihatnya.
Ah? bidadari kecilnya itu tak seperti anak kebanyakan, ia terlalu aktif. Ia selalu ingin tahu, ia selalu ingin mencoba. Terbayang bagaimana gesitnya gadis kecil kesayangannya itu memanjat pohon. Teringat bagaimana saat gadis kecil itu masih dalam kandungannya, suaminya tercinta begitu mendambakan anak itu lahir laki-laki. Dan ternyata anak itu perempuan. Anak perempuan yang tidak suka bermain boneka, anak perempuan yang tidak berwatak perempuan, anak perempuan yang sama sekali tidak lembut, tidak gemulai, tidak penurut seperti seharusnya. Dan ia tetap rindu anak perempuannya itu, gadis kecil manja dan keras kepala, yang menjadi kesayangannya.
Gadis itu kini telah dewasa. Ia tak lagi senang bermain kelereng, tak lagi bermain dengan anak laki-laki, tak lagi senang memanjat pohon. Tetapi bidadari kecilnya itu, tak lagi dimilikinya. Gadis itu jauh dari sisinya. Anak manja kesayangannya, tak bisa ia pandangi wajahnya setiap hari. Bahkan cemberut dan pembangkangannya yang sering membuatnya jengkel pun, kali ini menjelma menjadi kenangan yang begitu indah.
Ia rindu semuanya. Bahkan jika si putri manja itu datang sambil cemberut atau menangis pun, ia tetap rindu. Justru? saat sang buah hati menyadari kerinduannya, ia tak bisa menikmatinya. Sang Pemilik Jiwa telah memanggilnya ?pulang?. Sang buat hati, pulang membawa setumpuk penyesalan.
Dan betapa saat ini, setelah sekian tahun, rasa kehilangan itu tak sedikit pun berkurang. Ia tahu, arti rindu itu?
***
Ciumlah tangannya, selagi kau masih bisa menyalaminya
Pulanglah padanya, selagi kau masih bisa menjumpainya
Tersenyumlah padanya, selagi matanya yang sarat kasih masih bisa memandang wajahmu
Dan ungkapkanlah cintamu, selagi ia masih ada.
Pulanglah?. Sebelum kesempatan itu hilang
jangan salahkan cinta
cinta tak pernah salah
tak ada yang salah dengan cinta
salahkah dia kalau hadir….
kehadiran perasaan itu jangan disalahkan
meski buat mu merasa gak semangat
buat mu gundah gulana
hidup terasa gak bermakna kalau dia tidak di sisi
meski “dia” sering membelenggu hari-hari mu
jangan salahkan “dia”
jangan mengekang “dia”
tanpa cinta hidup kan terasa hampa
tiada warna, tiada yang sempurna
manage-lah “dia” dengan sempurna
anugerah terindah yang dimiliki manusia
beri dia tempat yang terindah di hati, jiwa dan hari-harimu