11.27.09

Sopir Einstein sama dengan Albert Einstein

Ditulis dalam cerita, hikmah, inspirasi, motivation pada 2:10 pm oleh vikikurdiansyah

Alkisah, Albert Einstein begitu lelah dalam memberikan ceramah dan kuliah umum di beberapa tempat dan universitas. Terkadang suatu hari, dia harus memberikan ceramah lima hingga sepuluh kali. Sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan. Namun, sekaligus semakin mengasah kemampuannya sebagai seorang ilmuan. Setiap kali Einstein memberikan ceramah dan kuliah, dia selalu didampingi oleh sopirnya yang setia. Sopir ini tak hanya mengemudikan mobil untuk Einstein tetapi juga menjadi asisiten pribadi, baik dalam persiapan ceramah hingga menjadi klickman saat ceramah dan kuliah. Saking seringnya menjadi asisten Eisntein, sang sopir sudah hafal betul sistematika maupun isi ceramah yang disampaikan oleh Einstein.

Hingga suatu saat, Einstein sangat kelelahan. Namun dia harus memberikan ceramah ilmiah di hadapan para ilmuan muda di salah satu universitas ternama. Dia meminta sopirnya untuk menggantikannya. “Hah…!” demikian keterkejutan sang sopir ketika menerima perintah dari tuannya, Einstein. Lalu Einstein memberikan semangat dan dorongan kepada sang sopir. “ Tenang saja. Waktu kau memberikan ceramah, aku akan di sana menjadi asistenmu. Kalau-kalau ada yang bertanya, pokoknya tenang saja. Serahkan padaku” tukas Einstein kepada sopirnya.

Ceramah pun dimulai. Peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi yang disampaikan oleh “Einstein” (sang sopir). Apalagi ini adalah seminar perdana di universitas tersebut, dimana para peserta baru pertama kali bertatap muka dengan Einstein.

Antusias peserta seminar sangat tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir begitu derasnya. Bersyukur semua pertanyaan dapat dijawab semua dengan baik oleh “Einstein” (sang sopir). Maklum sang sopir sudah berkali-kali mengikuti ceramah Einstein dan hafal di luar kepala.

Ketika memasuki sesi penutup, seorang peserta bertanya kepada “Einstein” tentang teori terbaru yang masih dalam konsep Einstein. Menghadapi pertanyaan yang sulit dan baru pertama kali didengarnya tersebut, “Einstein” (sang sopir) tidak kehilangan akal. Demi menjaga kewibawaan dan kredibilitas sang Einstein, dia menanggapi demikian “terima kasih atas pertanyaannya. Untuk menjawab pertanyaan Anda tentang teori yang baru tersebut biarkan “asisten” saya saja yang akan menjelaskannya” seru “Einstein” mantap sambil menunjuk ke arah Einstein yang sebebarnya.

sumber : parlindungan marpaung (motivator nasional)

 

salam sukses luar biasa!!!

Viki Kurdiansyah

Trainer TIPS Indonesia (www.tips-indonesia.com)

Nasi Jadi Buku dan Hal yang Luar Biasa

Ditulis dalam cinta, hikmah, inspirasi pada 1:59 pm oleh vikikurdiansyah

Bila membaca judul di atas, pasti muncul tanda tanya besar di benak Anda. Bisakah nasi jadi buku? Ternyata bisa. Hari kamis tanggal 19 November kemarin saya membuktikannya.

Pagi itu cuaca cerah. Tak seperti hari-hari sebelumnya, mendung dan hujan. Saya putuskan untuk pergi ke toko buku Togamas. Seperti biasa setiap kali ke toko buku, saya harus melihat semua buku yang ada di sana. Memang sudah menjadi menu wajib bila bertandang ke toko buku. Kumpulan buku yang saya lihat pertama kali adalah buku-buku tentang pengembangan diri. Saya pelototin satu per satu judulnya. Sesekali saya membaca tulisan di bagian belakang buku dan daftar isinya.

Ada beberapa buku yang menarik. Namun belum saya putuskan untuk memasukkan dalam daftar belanja. Saya lebih memilih melihat buku-buku yang lain sebagai pertimbangan. Lama melihat-lihat dan mensurvei buku, akhirnya saya putuskan untuk membawa dua buku pengembangan diri yang sangat saya dibutuhkan.

Kemudian saya teringat dengan jumlah uang yang saya punyai. Pas untuk makan 20 hari, sekitar 200 ribu. Terjadi pergolakan batin dan perang pemikiran saa itu. Bila beli buku, apa saya bisa makan untuk beberapa hari ke depan. Bila tidak beli, saya sangat butuh buku itu dan ternyata setelah dicek ke pihak Togamas, buku itu adalah satu-satunya yang masih tersisa. ‘Perang’ semakin memanas. Ketika itu juga saya teringat firman Alloh dalam al qur’an dan ustadz Abdullah Gymnastiar bahwa rezeki itu sudah ditanggung sama Alloh. Apalagi masalah makan, itu adalah rezeki yang pasti Allah berikan. Yakin bila kita berniat untuk kebaikan, apalagi menggali ilmu Alloh, pasti Alloh akan memberikan yang terbaik dan memberikan ganti yang lebih baik.

Dengan bermodal keyakinan itu, saya akhirnya membeli 2 buah buku pengembangan diri dengan harga 110 ribu lebih sedikit. Meski masih ragu, tapi saya ulang-ulang terus firman Alloh dan kata Aa Gym. Saya niatkan hanya untuk Alloh. Akhirnya uang yang seharusnya saya gunakan untuk makan malah saya belikan buku. Nasi menjadi buku.

Ada yang luar biasa dari peristiwa ini. Ternyata Alloh memberikan ganti uang makan saya dua kali lipat bahkan lebih. Saya diundang menjadi trainer outbound di dua instansi. Outbound di alam bebas, di pegununga. Yang pertama lembaga dakwah kampus Universitas Gajayana Malang pada hari Sabtu-Minggu dengan lokasi di daerah Coban Talun, Kota Batu. Kemudian SMAN 1 Gresik hari Senin-Selasa berlokasi di Pacet Mojokerto. Empat hari berturut-turut. Selain dapat ganti uang makan, saya mendapat ilmu yang luar biasa, makan gratis selama empat hari, dapat teman-teman baru yang luar biasa, dan lain-lain yang membuat hidup lebih bermakna.

Ada rahasia besar yang Alloh berikan pada hambaNya yang selalu memperbaiki diri dengan cara apapun. Bahkan di saat sulit pun harus tetap memperbaiki diri. Seperti pengalaman saya di atas. Semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari goresan ini.

salam sukses luar biasa!!!

viki kurdiansyah

 

10.26.09

Memecahkan Masalah ala Wright Bersaudara

Ditulis dalam inspirasi, motivation pada 7:16 am oleh vikikurdiansyah

innovation-wright-brothers

innovation-wright-brothers

Mark Eppler mengatakan dalam bukunya, The Wright Way, bahwa ada tujuh prinsip untuk memecahkan masalah yang bisa kita ambil dari Wright bersaudara.

Seperti yang kita tahu, Wilbur dan Orville Wright berhasil menerbangkan manusia ke udara pada tahun 1903. Selain memberikan sebuah karya yang bermanfaat, mereka juga memberi pelajaran tentang bagaimana kita harus memecahkan masalah.

Hebatnya, Wright bersaudara mampu memecahkan masalah teknis yang rumit tanpa bantuan dari pihak luar. Apa yang membuat mereka sukses bukanlah pendidikan yang tinggi, tapi kekuatan pikiran mereka. Prinsip pemecahan masalah ala Wright bersaudara ini sering kali digunakan untuk mengambangkan bisnis.

Tujuh prinsip yang mereka terapkan adalah:

1. Constructive Conflict: Mereka dahulu sering mengalami konflik tentang sebuah masalah yang muncul, tapi mereka tidak menghindari konflik tersebut untuk kemudian menemukan jawaban atau jalan keluar yang tepat guna menyelesaikan masalah yang akan datang berikutnya.

2. Tackle worst thing first: Mereka mencoba menyelesaikan masalah yang paling sulit terlebih dahulu, baru kemudian masalah yang lebih mudah. Mereka melakukan ini dengan membagi-bagi tingkat kesulitan dalam membuat pesawat terbang. Masalah yang paling sulit mereka tangani terlebih dahulu, karena jika bagian ini tak bisa selesai, keseluruhan masalah juga tak akan selesai.

3. Just plain tinkering
: Mencari pendekatan untuk menyelesaikan masalah ketika mereka mencoba memahaminya.

4. Rigid flexibility: Pikiran mereka fleksibel dengan “berpikir di luar kotak”, mencoba memecahkan suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda.

5. Forever learning: Mereka tak pernah berhenti belajar.

6. Methodical meticulousness: Bersikap cermat dan sesuai metode dalam pendekatan mereka terhadap masalah. Misalnya, mereka mencatat tiap apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak asal dalam usaha mereka.

7. Equitable teamwork: Mereka menyelesaikan masalah dengan kelompok orang dengan tujuan yang sama.

Dengan menggunakan prinsip tersebut, Wilbur dan Orville bisa meminimalisasi biaya untuk membuat pesawat. Ini tentunya sangat cocok jika diterapkan dalam bisnis Anda :)

(Referensi: scholar.lib.vt.edu/ejournals/JITE/v42n1/kraft.html)


Salam Sukses,

Viki Kurdiansyah