06.03.09

email dari dahsyat.com

Ditulis dalam hikmah, motivation, tauziyah pada 8:18 am oleh vikikurdiansyah

ada email bagus yang baru saja saya dapatkan dari dahsyat.com

Kebanyakan orang iri terhadap orang Kaya & Sukses
dan menyangkal dirinya sendiri untuk menjadi kaya
seperti mereka, Karena Mereka tidak percaya bahwa
mereka juga mempunyai hak untuk menjadi Kaya,
Mereka juga bisa menjadi Kaya.

Yang perlu mereka katakan pada diri mereka adalah:

  • Saya PATUT MENDAPATKAN-nya
  • Saya MEMERLUKAN-nya
  • Saya BERKOMITMEN untuk Mendapatkannya
  • Saya BISA Melakukannya.

Daripada hanya Berharap, Bermimpi, dan Melihat.

Rencanakan diri Anda untuk menjadi KAYA antara
5 – 7 Tahun dari sekarang dengan menggunakan alat
paling kuat di BumiWAKTU

Melebihi Menghasilkan / Menciptakan, Bagaimana
Mengendalikan, Daya Ungkit, Nilai Kali, Proteksi,
Pertumbuhan, Jalan Keluar,

Anda perlu mengetahui:

  • Rahasia dari Jutawan
  • Mengetahui apakah Anda akan menjadi Miskin
    atau Kaya dalam Hidup ini
  • Cetak Biru uang Anda
  • Pola dari Orang Kaya
  • Pernyataan Kekayaan Keuangan Anda
  • Strategi dari Orang Kaya menggunakan Bisnis,
    Properti, Stocks/Opsi
  • Strategi untuk menghasilkan $1Juta dalam
    10 tahun dengan menggunakan $2500 setiap tahun
  • Bagaimana menghasilkan 30% – 4000% dalam 5 tahun
  • Dimana tempat terbaik untuk berinvestasi dalam Properti
  • Last but not Least -
    Anda tidak perlu Pintar untuk menjadi Kaya
Semoga Bermanfaat.

berhenti untuk lebih baik=berhenti menjadi baik

Ditulis dalam motivation, tauziyah pada 7:45 am oleh vikikurdiansyah

Rahasia keberhasilan sistem KAIZEN di Jepang adalah perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Hal tersebut sesuai dengan apa yang  telah disabdakan Rosulullah SAW yang telah menginspirasi banyak  orang-orang besar bahwa hari ini harus lebih baik dibandingkan dengan  hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dibandingkan dengan hari  ini.

Orang-orang besar adalah mereka yang tidak pernah puas dengan kapasitas pada diri mereka dan prestasi yang telah mereka torehkan. Mereka akan senantiasa belajar dan terus belajar untuk meningkatkan potensi mereka.  Ketika telah berhasil mengukir sebuah prestasi, maka mereka akan  bersiap kembali untuk mengejar prestasi yang lebih besar lagi.

Jika anda merasa puas dengan kapasitas yang telah anda miliki dan  prestasi yang pernah anda torehkan, maka dapat dipastikan anda tidak  akan pernah berhasil menggapai prestasi yang lebih besar lagi.

Seorang penebang kayu harus senantiasa mengasah kapaknya, sebab tidak  ada pohon besar yang dapat ditebang oleh kapak yang tumpul. Seorang  pemburu harus senantiasa mengencangkan busur panahnya dan  mempertajam anak panahnya, sebab tidak akan ada buruan yang mampu takluk oleh busur  panah yang renta dan anak panah yang tumpul. Maka apa yang perlu anda  asah agar prestasi demi prestasi dapat anda gapai.

Ia yang berhenti untuk menjadi lebih baik, ialah yang berhenti menjadi baik.

Tips mendahsyatkan potensi diri:

1. Kenali kelemahan dan kekurangan anda.

2. Tentukan kekurangan dan potensi yang ingin anda perbaiki, kemudian perbaikilah segera.

3. Jangan pernah merasa puas dengan prestasi.

4. Jangan segan-segan membayar dengan harga mahal untuk mengembangkan potensi diri anda.

5. Menerima masukan positif terhadap diri anda.

6. Komitmen untuk terus belajar

7. Lakukukan perbaikan secara bertahap

8. Kerjakanlah semua kebaikan yang dapat anda kerjakan , dengan seluruh  sarana yang anda mampu, dengan segala cara yang anda bisa, di setiap tempat yang anda lalui, di setiap saat yang anda lewati, pada setiap  orang yang anda temui, sepanjang anda mampu melakukannya.
(John Wesley)

Perubahan tidak dimulai dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.  Sekuat apapun orang lain membantu diri anda untuk menjadi sukses, hal  tersebut tidak akan berarti jika anda sendiri tidak memiliki keinginan  untuk menjadi seorang yang sukses. Faktor terbesar penentu kesuksesan dan kemajuan seseorang adalah dirinya sendiri. Bukan lingkungan ataupun orang lain yang ada disekitarnya.

05.05.09

beginilah pemuda seharusnya

Ditulis dalam islam, motivation, tauziyah pada 6:51 am oleh vikikurdiansyah

Pemuda adalah kekuatan. matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu.

Berbicara masalah pemuda, tentunya kita tidak boleh melupakan dari sosok pribadi penyokong dari idealisme pola pikir pemuda itu sendiri. Selain itu, perlu pula pemahaman tentang makna realitas kehidupan bagi mereka.

Pemuda merupakan istilah yang ditunjukkan bagi orang-orang yang berada pada suatu tahap kehidupan tertentu dalam rangka perjalanan kehidupan mereka mencapai makom kedewasaan. Bagi komunitas pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sehari-hari sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan-kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat (bersifat muluk) yang mendominasi pikiran mereka. Berbeda dengan orang dewasa, dimana tipikal orang dewasa cenderung untuk melihat kenyataan itu sebagai bagian dari suatu dunia nyata yang mapan.

Dalam hal ini, perlu disadari bersama bahwa bagi setiap insan kamil. Tahap kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Yang mana, bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan psikis manusia, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan fisik manusia.

Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu:

(1) Memiliki kemampuan lebih banyak diam daripada berbicara. Artinya ia memiliki kemampuan mendengar lebih baik. Diamnya orang dewasa itu, semata-mata untuk kebaikan.

(2) Memiliki empati yang tinggi. Yakni memiliki kemampuan melihat sesuatu itu, bukan saja hanya dari sisi pribadinya, tetapi juga dari sisi orang lain.

(3) Bersikap waro. Orang dewasa itu dalam tindakannya selalu ditata dengan hati-hati terhadap segala hal. Apabila kita berperilaku tidak hati-hati, berarti kita sama dengan anak kecil. Lagian, semakin kita ceroboh, maka kita makin tidak dewasa saja.

(4) Seorang dewasa itu harus memiliki sikap amanah. Yakni pribadinya memiliki kemampuan bertanggung jawab. Orang dewasa itu, harus full tanggung jawab. Semakin seseorang tidak tanggung jawab, maka ia adalah seorang pengecut/ munafik, bukan orang dewasa lagi.

(5) Dapat menjadi suritauladan. Seorang dikatakan dewasa, jika ia mampu menjadi suritauladan bagi keluarganya, anak-anaknya, istrinya, dan lingkungan ummatnya.

(6) Bertindak adil. Seorang dikatakan dewasa adalah dilihat dari kemampuan bertindak adil. Tidak berat sebelah dalam suatu keputusan yang diambilnya.

Dari konsep tersebut, kemudian paling tidak akan memunculkan sifat responsif dari pemuda berupa hasrat yang kuat untuk secepatnya mengembangkan kedewasaan dan kematangan psikik mereka. Kemunculan hasrat ini, dikarenakan kesadaran para pemuda bahwa kedewasaan akan memberikan kepada mereka peluang yang lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi secara universal kepada bangsa dan negara.

Untuk itu, bulan Oktober merupakan moment yang tepat untuk mengingatkan kembali akan eksistensi dan sikap pemuda yang mesti dimiliki dan dikembangkan dalam rangka menghadapi tantangan dimasa depan. Namun demikian, hendaknya setiap pemuda muslim berhubungan dengan moral, tingkah laku, dan kebijaksanaan yang dituntut dari pemuda muslim yang digariskan dalam Alquran.

Berkait dengan itu, Dr. M. Manzoor Alam (1989: 40-43), menyebutkan ada sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam itu.

Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah. Penundukkan diri sepenuhnya, pengikat diri secara total dan penyerahan diri seutuhnya kepada Allah adalah ciri pemuda yang utama. (QS. 17; 23 dan QS. 31: 12-13).

Kedua, baik terhadap orang tua. Islam menekankan pentingnya berbuat baik terhadap orang tua. Hal ini bukanlah demi kepuasan keberadaan sebagaimana yang lazim dalam masyarakat Barat. Tetapi pemuda Islam selalu menyadari kenyataan bahwa berbuat baik terhadap orang tua, memelihara mereka dalam saat yang diperlukan, memohon ampunan Allah bagi mereka, merupakan bagian dari penyembahan kepada Allah Yang Maha Kuasa. (QS. 17: 23).

Ketiga, jujur dan bertanggung jawab. Pemuda Islam hendaknya berikhtiar untuk memanfaatkan karunia atau anugrah yang dilimpahkan kepada mereka seproduktif mungkin. Karunia ini tidak hanya berupa kekayaan, tetapi meliputi pula segala hal seperti kekuasaan dan kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan, dll. (QS. 17: 16-17).

Keempat, persaudaran dan kasih sayang. Pemuda Islam hendaknya memiliki sifat mencintai sesamanya dan hendaknya dijiwai oleh semangat berkorban. Mereka hendaknya bagaikan sebuah bangunan yang kekuatannya terletak pada kekompakan dari komponen-komponen yang membentuk bangunan itu. (QS. 49: 10 dan 3: 103).

Kelima, bermusyawarah. Pemuda Islam harus berpegang kepada bermusyawarah dan harus selalu mentaati norma-norma permusyawarahan, seperti diamanatkan dalam Alquran Surat Asy-Syurura (42): 38 dan Ali ‘Imran (3): 159.

Sifat-sifat dasar tersebut mesti di bangun pada tiap-tiap pemuda Islam untuk menjadi sebuah idealismenya. Baru dari komitmen tersebut, akan melahirkan pemuda-pemuda ideal yang diharapkan menjadi generasi Rabbi Rodhiya.

Yang mana, generasi Robbi Rodhiya ini setidaknya memiliki parameter-parameter yang bisa kita amati, diantaranya berupa:

1. Mempunyai keterikatan pada Ilahi. Di dalamnya terhujam rasa cinta yang membara kepada Allah dan melangkahkan kaki sesuai dengan kehendak Allah, sebagai kekasihnya. Satu-satunya alternatif dalam hidupnya adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. (QS. 6: 162 dan QS. 3: 31).

2.Memiliki keberanian untuk berjihad dengan harta dan jiwa demi tegaknya kalimatullah. (QS. 9: 41).

3.Berserah diri secara total (kafah) kepada Allah dengan harapan mendapat petunjuk dan keridhoan-Nya. (QS. 2: 128).

4.Memberikan penghormatan kepada kedua orang tuanya sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan keridhoan Allah. (QS. 17: 23-24 dan QS. 31: 14).

5.Membina diri untuk selalu menegakkan sholat, berakhlak bijaksana dalam da’wah serta memiliki kesabaran dalam menghadapi cobaan. Dan rendah hati, tidak takabbur, dan tidak ingin pujian serta membantu orang yang lemah dengan harapan mendapat cinta Allah. (QS. 31: 17).

6.Gandrung akan ilmu pengetahuan, peka terhadap lingkungan, banyak berdzikir dan pandai membaca situasi dan kondisi yang berkembang. (QS. 39:91).

7.Memiliki perkataan dan tingkah laku yang lemah lembut, sangat kuat pendiriannya terhadap kebenaran, bagaikan bangunan yang berdiri kokoh, sehingga ia tidak takut dan berduka cita. (QS. 46: 13-14).

8.Gemar membaca Alquran dan menjadikannya sebagai sistem kehidupan. Dengan Alquran ia dapat membedakan antara haq dan bathil, cara berpikir dan bertindaknya didasari pada Alquran dan Sunah Nabi. Ia berusaha untuk menjadi Quran yang hidup dan ia tidak suka kalau hanya bicara tanpa beramal, karena Allah memang tidak suka pada yang demikian. (QS. 2: 44 dan QS 61: 2-3).

Alangkah indahnya, bila ciri-ciri tersebut ada dalam pemuda Muslim Indonesia. Dan Pemuda seperti itulah harapan ummat. Pertanyaannya, mampukah kita membangun terwujudnya pemuda yang sesuai dengan tuntutan Alquran tersebut?

02.19.09

malu pada ALLAH swt

Ditulis dalam diary-koe, hikmah, motivation, tauziyah pada 4:58 am oleh vikikurdiansyah

aku hidup di dunia udah cukup lama sih… skitar 23.5 tahun…amanah waktu yang udah diberikan kepadaku belum tak maksimalkan. klo tak itung2 perhari waktu ku banyak yang sia2, hiks..

evaluasi waktu harian (24 jam)

tidur : 8 jam

makan+minum: 2 jam (pagi, siang, malem)

mandi : 1 jam (pagi, sore)

belajar : 5 jam

sholat++ : 3 jam

ngobrol : 2 jam

lain2 : 3 jam(refresing, jalan2, dll)

total : 24 jam

klo dalam satu bulan…..

tidur : 8 jamx30=240jam

makan+minum: 2 jam (pagi, siang, malem)x30=150jam

mandi : 1 jam (pagi, sore)x30=30jam

belajar : 5 jamx30=150jam

sholat++ : 3 jamx30=90jam

ngobrol : 2 jamx30=60jam

lain2 : 3 jam(refresing, jalan2, dll)x30=90jam

weleh2 ….ternyata banyak tidurnya…..banyak yang gak bermanfaat. ALLAH menciptakan kita untuk beribadah, bukan untuk tidur…..

mengapa manusia seperti aku ini belum bisa memanfaatkan waktu……

JIKA ALLAH MEMBERITAHUKAN KE KITA BAHWA WAKTU KITA DI DUNIA INI TINGGAL BESOK, APA YANG AKAN KITA LAKUKAN????

TETAP MALES2AN, BERSIAPLAH KE AZAB KUBUR DAN NERAKA…!!!

02.03.09

2 jam = 2 kali lipat

Ditulis dalam cerita, hikmah, tauziyah pada 7:47 am oleh vikikurdiansyah

“Allah selalu menolong hambaNya, selagi sang hamba suka menolong saudaranya” (Muhammad Saw)

“Ma, tolong transfer uang satu setengah juta ke rekening adikku Arif ya…!” ucap Didik kepada Feny istrinya melalui ponsel. “Buat apa, Pa?!” tanya Feny. “Pokoknya kamu kirim saja ke rekening dia lewat sms banking. Hitung-hitung berbagi rezeki. Sepertinya sudah lama kita gak bantu Arif sekeluarga” jelas Didik.
Didik yang sedang berada di atas mobilnya pagi itu tergerak untuk bersilaturahmi kepada Arif adiknya di kampung yang sudah lama tidak ia hubungi. Ingin sekali ia menelpon adiknya sekedar menanyakan kabar, namun ada sejumput rezeki yang ingin ia bagi kepada Arif yang menjadi seorang PNS di Semarang.
Tak lama menunggu, hand phone Didik berbunyi menandakan ada sms masuk dari istrinya mengabarkan bahwa dana Rp 1,5 juta telah ditransfer ke rekening Arif.
Didik membalas sms istrinya, lalu ia pun memutar telpon Arif untuk bersilaturahmi.
***
“Apa kabarmu, Dik?” tanya Didik kepada Arif. Perbincangan di menit-menit awal begitu akrab antara dua orang saudara kandung yang lama tidak bertemu sebab terpisah jarak. “Oh ya…, baru saja Feny istriku kirim dana satu setengah juta rupiah buat keponakan-keponakan ku di Semarang. Silakan dicek apa sudah sampai?!” jelas Didik. “Subhanallah, Alhamdulillah! Terima kasih, Mas. Saya gak ngerti harus ngucap apa ya…?” sambut Arif. “Memangnya kenapa, Rif?” tanya Didik. “Subhanallah. .. sudah beberapa hari ini saya bingung mau ngutang kemana untuk bayar sekolah Danu. Dia diterima di SMP Negeri, tapi uang pendaftarannya Rp 1.5 juta. Kemana-mana saya cari utangan, gak dapat-dapat. Tapi Alhamdulillah rupanya Allah gerakkan hati mas Didik padahal saya belum cerita tentang hal ini.”
Dalam hati, Didik merasa kagum atas skenario Allah ini lalu ia menambahkan, “Sudahlah, itu rupanya sudah Allah atur. Mudah-mudahan dana itu berguna untuk pendidikan Danu!”
Pembicaraan kedua saudara itu berakhir dengan kalimat syukur dan terima kasih yang berulang-ulang dari Arif. Padahal, Didik pun turut bersyukur kepada Allah Swt Sang Maha Pengatur yang sudah menggerakkan hatinya dan Feny untuk mudah membantu keperluan Arif sekeluarga yang sedang dirundung masalah. ”Segala puji bagiMu, ya Allah!” gumam Didik
***
Hari itu Didik hendak memenuhi sebuah undangan rapat di kantor rekanan tentang proyek pipanisasi gas yang akan dibangun. Sebagai seorang pengusaha pemilik perusahaan Oil & Gas yang berkiprah belasan tahun, saran dan analisa Didik amat dibutuhkan. Dalam rapat tersebut Didik mendapatkan porsi untuk menjelaskan hal-hal teknis yang pernah ia jumpai di lapangan dalam hal sedemikian. Semua statementnya dicatat oleh seluruh yang hadir di ruangan itu. Hampir 1 jam ia bicara, dan setelah ia memaparkan penjelasannya dan ditambah dengan sedikit diskusi Didik pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan rapat karena ada acara yang harus ia hadiri.
***
Didik bergegas meninggalkan ruang rapat di kantor rekanannya itu. Terdengar oleh telinga Didik ada hak sepatu wanita di belakangnya yang berlari cepat seperti mengejar sesuatu. Benar saja, rupanya wanita itu kini sudah berada di sisi Didik. “Maaf pak Didik saya Amel. Boleh saya minta tanda tangan pak Didik?!” “Tanda tangan untuk apa, Mel? ” Didik bertanya. “Ini ada uang kehadiran rapat yang boss titipkan kepada saya untuk pak Didik” jelas Amel. Didik pun menandatangani sebuah kwitansi berwarna hijau yang tertera nominalnya Rp 3 juta. Setelah kwitansi itu ditandatangani, maka Amel pun menyerahkan selembar amplop yang berisi cek senilai Rp. 3 juta.
***
Kini Didik sudah berada di atas mobilnya. Hatinya berbunga-bunga dan segera ia menelpon istrinya. “Ma…, ingat gak 2 jam lalu aku memintamu transfer satu setengah juta ke rekening Arif. Subhanallah, dalam tempo dua jam itu, Allah langsung membalas 2 kali lipat dari sedekah kita!!!”
Feny pun berkali-kali berucap hamdalah tanda syukur. Pagi itu Didik & Feny menyaksikan sebuah janji Allah yang nyata bahwa perniagaan di jalan Allah sedikit pun tidak mendatangkan kerugian, akan tetapi malah bertambah, bertambah dan bertambah!

sumber: 

Bobby Herwibowo
0817200456
www.kaunee.com

Halaman berikutnya