jump to navigation

nikah dulu, baru pacaran 23 Mei 2007

Posted by vikikurdiansyah in cinta.
trackback

alangkah seringnya mentergesai kenikmatan tanpa ikatan membuat detik-detik terasa hambar. belajar dari ahli puasa yang memiliki 2 kebahagiaan baginya, nanti saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala

ketergesaan menikmati sisi-sisi indah dalam hubungan dua insan sebelum dihalalkan tak hanya berakibat dosa yang menjanjikan siksa akhirat, tapi kadang Allah menyegerakan rasa pedih dan perih dalam jiwa saat kita masih di dunia

ketika pacaran, mereka sudah merasakan semua bumbu yang seharusnya digunakan untuk menyedapkan kehidupan rumah tangga. saling mencurahkan perasaan, berbagi dan meredakan keluh kesah dan gelisah, memberi perhatian, dsb… semua sudah. Pandangan kasih nan sayu, sentuhan mesra, kerapatan fisik, sandaran, singgungan dan tekanan kulit yang ternikmati, dsb… semuanya juga sudah. Pergi berdua, bertualang bersama, bertamasya mesra, semuanya juga sudah.

sungguh jiwa begitu mudah bosan. Takkan ada yang istimewa dan menjadi kenangan selama hidup pada pernikahan malam pertama. Kalau semuanya sudah dilakukan, kita mau apa lagi? Takkan ada lagi salah tingkah yang mengasyikkan lagi yang mengundang malu-malu kucing

kalau kita menikah dan pernah pacaran sebelumnya, kita akan membandingkan pacaran dengan pernikahan. Pastilah pacaran (sebelum nikah) lebih indah karena memang hanya mencari rasa indah dan kenikmatan. Kalau kita membandingkan istri kita dengan pacar kita yang dulu, bisa dipastikan pacar yang dulu lebih sempurna. Emang gitu, karena selama pacaarn hanya sifat baiknya aja yang ditunjukkan pada kita. sedangkan buruknya ditimbun dalam-dalam

bisa jadi ada pintu-pintu kesenangan yang dibuka saat pacaran, tetapi tunggulah saat dimana kita terdiam berputus asa, saat segala kecewa dituai karena pernikahan yang tak berbumbukan kenikmatan, saat kita kecewa bahwa isteri atau suami kita tak seindah harapan, saat itulah kita kan menyesal. penyesalan yang tak berguna. Saat itulah kita akan tersadar (mumpung belum terlambat kembalilah ke jalan yang benar)

Allah sudah mengatur dengan jelas bagaimana kita melakukan interaksi dengan lawan jenis, semua udah diatur. siapa yang paling tau kita, sebagai manusia yang punya rasa cinta dan suka pada lawan jenis kecuali hanya Allah. Karena memang Dia yang memberikan itu semua, rasa suka dan cinta. Dia juga telah menurunkan aturan-aturan untuk hambaNya tapi mengapa kita memakai aturan itu. Malah kita mengambil aturan di luar aturan yang telah diberikan oleh pencipta kita?

sekarang kita bebas memilih, kita mau memakai aturan Allah ataukah aturan yang lain dan pasti setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya. kita udah tau lah… Mau hubungan yang haram, hina, rendah dan penuh buaian nafsu ataukah hubungan yang halal, sesuai aturan sang pencipta, yang akan mendatangkan barokah, sakina, mawadah

sebuah petikan ayat dari al Qur’an surat Al An’am 44 semoga menjadi bahan renungan

“maka tatkala mereka melupakan peringaan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka pintu kesenangan bagi mereka. sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang telah deberikan kepada mereka , Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. maka ketika itu mereka terdiam berputus ada”

peringatan sudah disampaikan, sekarang terserah kita mau memilih yang mana. Sebagai closing tulisan ini, aku akan kutipkan firman Allah swt, surat An Nur 24 yang artinya

wanita yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula). sedangkan wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik (pula) …. 

inilah puasa panjang syahwatku, kekuatan ada pada menahan dan rasa nikmat itu terasa di wakku buka yang penuh kejutan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: