jump to navigation

be creator for self future 6 Juli 2007

Posted by vikikurdiansyah in motivation.
trackback

Kebanyakan orang menjalani hidup dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun membiarkan saja orang lain mendikte hidupnya. Membiarkan orang lain mengatur apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Bahkan banyak yang berperilaku seperti manusia yang bergerak otomatis, tak ubahnya seperti robot, melakukan pekerjaan yang sama, dengan cara-cara yang sama, melakukan aktivitas atau kegiatan di tempat yang sama, bertemu orang-orang yang sama selama bertahun-tahun. Rutinitas seperti ini tanpa disadari telah membelenggu banyak manusia di bumi ini selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Orang-orang seperti ini menjalani hidup tanpa memahami siapa dirinya dan apa kehendak hatinya. Mereka ini tidak mengerti dan tidak pernah berusaha mengerti mengapa dirinya hidup di dunia dan untuk apa hidup di dunia. Bahkan ketika dirinya ditanya apa tujuan tertinggi hidupnya ? Mereka tergagap dan tidak bisa mendefinisikannya dengan jelas. Kalaupun bisa menjawabnya, pada umumnya tujuan hidupnya hanya dimotivasi oleh hal-hal yang bersifat kerendahan seperti, keserakahan, ketamakan dan kepentingan duniawi semata.

Dunia telah menghadirkan fakta sejarah bahwa orang-orang sukses, para pembaharu kehidupan, para revolusioner sejati, pribadi-pribadi unggul, manusia yang menghasilkan karya yang luar biasa bagi kehidupan adalah orang-orang yang mengenal dan memahami dirinya serta hakekat hidupnya. Mereka mengagumi kehidupannya dan meyakini nilai-nilai potensial yang ada di dalam dirinya. Mereka tidak terpengaruh dengan orang lain. Mereka berani memperjuangkan nilai-nilai baru yang diyakininya dapat menciptakan masa depannya sendiri, dapat mempengaruhi masa depan orang lain, bahkan menciptakan dan mempengaruhi masa depan dunia.

Dalam kehidupan di dunia ini setiap individu telah diberikan modal berupa kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang sangat berharga bagi kehidupan. Bahkan manusia memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan lainnya, yakni berupa kebebasan hati untuk memilih sendiri kehidupannya. Artinya setiap diri kita telah memiliki modal awal untuk menjadi pencipta atau perancang masa depan kehidupan kita sendiri, menjadi seorang pemenang, menjadi manusia luar biasa yang tanpa batas. Maka pantaslah kalau kemudian kita memiliki kekaguman yang mendalam terhadap diri sendiri, terhadap nilai-nilai yang kita yakini dalam hati kita sendiri. Betapa keberadaan kita dalam kehidupan ini memiliki nilai yang sangat berharga. Betapa mengagumkannya kehidupan dan keyakinan nilai-nilai dalam diri kita sendiri. Kalau demikian mengapa Anda lebih suka mengenal dan memahami orang lain daripada diri sendiri ? Mengapa Anda membiarkan hidup hanya didekte orang lain ? Mengapa Anda membiarkan hidup hanya mengekor orang lain ? Mengapa Anda membiarkan hidup ini hanya bergerak otomatis tanpa memiliki tujuan masa depan ?

Sebuah kebodohan kalau kita menyia-nyiakan kehidupan yang sangat mengagumkan ini dengan hanya didikte oleh orang lain. Kerugian kalau membiarkan hidup secara otomatis maupun hidup hanya mengekor kepada orang lain. Karena setiap orang dapat menciptakan sejarah masa depannya sendiri, bahkan sejarah kehidupan dunia. Karena kita adalah bagian dari kekuatan yang menjadi penguasa diri sendiri dan penguasa kerajaan kehidupan masa depan. Kita adalah penguasa energi tak terbatas dalam diri kita sendiri.

Ketika kita mempelajari kisah kesuksesan seorang yang luar biasa, Nabi Muhammad SAW misalnya, maka kita akan menemukan bagaimana keyakinan pada nilai-nilai dalam hatinya mampu membawanya pada keberhasilan yang luar biasa. Bagaimana seandainya ketika itu Muhammad SAW tidak meyakini nilai-nilai yang tertanam dalam hatinya ?. Bagaimana seandainya waktu itu Muhammad SAW lebih meyakini pengaruh pamannya Abu Thalib, kemudian mengekor kehidupan pamannya tersebut ? Mungkin dunia tidak akan pernah menyaksikan keagungan nilai-nilai diri dan kepemimpinan seorang Rasulullah Muhammad SAW saat ini. Karena potensi keagungan dalam diri beliau mungkin saja tidak berkembang seperti sekarang ini. Dengan berani memperjuangkannya nilai-nilai yang diyakini hatinya dalam kehidupan ini, kini sejarah mencatat kepemimpinan beliau yang mampu mengubah umat manusia, bahkan kepemimpinannya telah mampu mengubah wajah kehidupan dunia dalam waktu 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari.

Bagaimana seandainya Budha Gautama tidak mengenali dirinya sendiri dengan baik ? Bagaimana kalau waktu itu Budha tidak meyakini kehendak hatinya untuk menciptakan sejarah masa depannya dan kehidupan umat manusia, kemudian lebih meyakini pengaruh keluarga dan lingkungannya ?. Mungkin sekarang ini sejarah tidak akan mencatat nilai-nilai baru yang diyakininya dan nilai-nilai kebijaksaan yang dikembangkannya dalam kehidupan. Kepemimpinan dan keagungan jiwanya tidak akan berkembang dan dikenang oleh sejarah kehidupan.

Bagaimana kalau Mahadma Gandhi waktu itu tidak mengenali kehendak hatinya sendiri dan hanya mengekor ayahnya yang menjadi seorang pengacara terkenal ? Mungkin saja nilai-nilai baru tentang keluhuran jiwa, kebenaran dan perjuangannya dalam membebaskan bangsanya dari ketertindasan dan keterancaman tidak berkembang. Sejarah tidak akan pernah mencatat kepemimpinannya dalam kehidupan.

Merupakan suatu hal yang penting, bagaimana kita dapat mengenali diri kita, hakekat hidup kita, siapa Tuhan kita sebenarnya dan apa tujuan hidup tertinggi kehidupan ini. Hal ini dapat menjadi landasan kuat untuk membuka hati dan pikiran kita dalam menemukan kehendak hati dan menciptakan masa depan kehidupan kita sendiri. Dengan mengenal diri sendiri, potensi dalam diri, tujuan tertinggi kehidupan, siapa Tuhan kita sebenarnya, akan mengantarkan kita untuk mengenal sifat-sifat kemuliaan Tuhan yang sudah bersemayam dalam hati. Menuntun kita untuk mengenal keinginan Tuhan dalam diri kita dan mampu membaca rambu-rambu yang tertulis di alam semesta, sehingga kita dapat melaksanakan amanah kehidupan ini sebaik-baiknya.

Lantas bagaimana tahapan agar dapat menemukan kesadaran hati dan kehendak hati terdalam ? Bagaimana agar kita dapat mengenali hakekat hidup, menguasai diri dan menciptakan masa depan sendiri ? Setidaknya ada empat tahapan yang sangat krusial, yang menjadi rahasia sukses seseorang dalam menata dirinya menciptakan masa depannya. Pertama, be self researcher. Kita sudah terlalu sering mengamati dan mengenal orang lain. Bahkan kita sudah sampai pada tingkatan memahami orang lain. Kita sudah lama mengabaikan diri kita sendiri, tidak memperhatikan diri sendiri. Mengenali diri sendiri dalam arti kita dapat menemukan kesadaran hati dan jiwa yang akan menjadi penuntun bagi kita dalam menempatkan diri dalam kehidupan sesuai kadarnya. Dapat melahirkan keyakinan akan kemampuan diri dan keyakinan akan nilai-nilai spiritual dalam hatinya. Sehingga menjadi tidak mudah dipengaruhi orang lain, didekte orang lain, atau sekedar mengekor orang lain yang tidak sesuai dengan kehendak hati nuraninya.

Sudah saatnya kita meneliti dan mengamati diri kita sendiri. Meneliti dan mengamati segala potensi yang kita punyai, potensi yang telah dianugerahkan oleh Allah pada setiap hambaNya. Kenali dan temukan siapa sebenarnya diri Anda, mengapa Anda ada dan untuk apa Anda ada di dunia ini. Setelah itu, akan kemana Anda setelah kehidupan ini. Kalau tidak Anda sendiri yang memahami, lalu siapa lagi yang peduli pada Anda ?. Tahap yang kedua yaitu finding the best of me. Manusia adalah makhluk spesial yang diciptakan oleh Allah SWT. Bisa dibilang manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaanNya. Anugerah yang tidak dimiliki makhluk lain tetapi dimiliki oleh manusia. Apa anugerah itu ?. Ya betul, akal dan perasaan. Kita akan menjadi sebaik-baik makhluk kalau kita mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita sendiri, yang tidak bertentangan dengan aturan Sang Pencipta kita. Wahai sahabat, sadarilah kita telah diberikan potensi yang luar biasa dahsyat dalam diri kita. Tugas kita sekarang adalah menemukan potensi dahsyat itu dan memaksimalkannya. Janganlah disia-siakan potensi dahsyat itu. Tahap ketiga, eksplorasi dan inovasi potensi diri.Setelah kita meneliti dan menemukan potensi dahsyat dalam diri kita, saatnya kita untuk mengeksplor segala potensi yang ada pada diri kita. Up grade dan asah selalu potensi kita dengan cara mengaplikasikannya di kehidupan nyata kita. Banyak fasilitas yang telah diberikan untuk meningkatkan potensi kita. Sekarang terserah kita mau memanfaatkan itu semua sehingga kualitas diri akan meningkat. Atau kita termasuk manusia yang tidak peduli pada apa yang akan terjadi pada diri sendiri. Kalau nanti sukses, alhamdulillah, kalau nanti gagal, no problem. Kalau kita termasuk dalam kriteria kedua, kita tak ubahnya seperti hewan, punya otak tapi tidak bisa berpikir.

Tahap terakhir yaitu menjadi creator bagi masa depan sendiri. Kita tidak akan pernah menjadi pemenang dan menjadi revolusioner sejati jika kita masih didikte orang lain dan mengekor orang lain. Kita juga tidak akan menjadi pribadi yang dahsyat, kalau kita hanya bisa menjadi ‘manusia robot’. Be your self. Jadilah dirimu sendiri. Percayakan pada dirimu dalam menggapai kesuksesan yang sejati. Saatnya kita bergerak untuk melangkah, melakukan apa yang terbaik bagi kita. Tunjukkan pada dunia bahwa Anda mempunyai potensi yang dahsyat dan katakan pada dunia, bahwa Anda adalah manusia yang luar biasa.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: