jump to navigation

Hati-hati dengan mode standby peralatan elektronik 4 April 2008

Posted by vikikurdiansyah in power engineering.
trackback

Berdasar perkiraan terakhir, sebesar 5% penggunaan listrik di Amerika Serikat oleh peralatan elektronik yang dibiarkan terhubung dengan jaringan dalam kondisi standby.

Sebuah fenomena, yang menurut para ahli termasuk mengkhawatirkan, sama halnya dengan naiknya harga minyak dan pemanasan global.

Menurut Departemen Energi Amerika Serikat, DOE, pada tahun 2010 persentase tersebut bisa mencapai 20%.

Di California sendiri, sebuah proposal yang terkait dengan masalah tersebut telah disetujui pembuat kebijakan. Proposal tersebut mengusulkan untuk menambahkan vampire electronics label terhadap suatu produk elektronik, yang menjelaskan berapa besar energi yang digunakan pada charger, komputer, DVD player, PlayStation, microwave atau coffee maker, pada saat ON, OFF atau dalam keadaan STANDBY.

Peralatan elektronik yang menggunakan display seperti penunjukan waktu atau kondisi peralatan tersebut juga mengkonsumsi listrik pada waktu standby. Tidak jauh beda halnya dengan peralatan yang membutuhkan pengisian baterai, seperti telepon seluler, PDA, laptop dan sebagainya, juga mengkonsumsi listrik, meskipun peralatan tersebut telah mencapai kapasitas pengisiannya.

”Tidak banyak orang yang tahu masalah ini,” ujar Dave Walton, direktur di Direct Energy, sebuah perusahaan jasa energi. ”Listrik yang digunakan untuk peralatan elektronik di rumah Anda, 40% nya digunakan peralatan elektronik dalam keadaan standy,” tambahnya.

Dia menyarankan agar peralatan komputer Anda, termasuk printer atau scanner, terhubung pada satu konektor AC (colokan listrik), yang bisa dimatikan setiap selesai digunakan.

International Energy Agency bahkan memperkirakan energi yang terpakai pada saat peralatan elektronik dalam keadaan standby sebesar 200 hingga 400 TerraWatt jam per tahun. Masih menurut IEA, Italia mengkonsumsi listrik sebesar 300 TW jam setiap tahunnya.

Sejalan dengan itu, Energy Star, program yang dikoordinasi oleh DOE dan US Environmental Protection Agency (EPA), mengidentifikasi beberapa peralatan yang mengkonsumsi energi lebih sedikit. Jika satu dari 10 rumah hanya menggunakan peralatan yang sesuai dengan program tersebut, Departemen Energi memperkirakan, akan terjadi pengurangan emisi karbon yang besarnya sama dengan menanam pohon seluas 1,7 juta acre atau sekitar 687990 hektar.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: