jump to navigation

new technology to produce electric energy from water 20 April 2008

Posted by vikikurdiansyah in renewable energy.
trackback

PLTA memang menghasilkan listrik yang bersumber dari sumber energi terbarukan dan tanpa menimbulkan emisi, tetapi untuk skala besar masih banyak masalah-masalah yang harus dihadapi. Besarnya biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan,
kebutuhan lahan yang sangat luas dan efek samping yang diakibatkan terhadap lingkungan.

Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi dasar bagi http://bourneenergy.com>Bourne Energy untuk mengembangkan teknologi dengan menggunakan sistem yang terdiri dari turbin air berbentuk propeler, stabiliser, sistem transmisi dan pengikat serta generator dan sistem kontrolnya dalam sebuah modul.

Menurut http://bourneenergy.com>Bourne Energy, arus sungai mempunyai kelebihan dibandingkan dengan angin ataupun matahari yang cenderung lebih dipengaruhi oleh cuaca, sementara arus sungai mempunyai aliran yang tetap dan tidak banyak mengalami perubahan hingga ratusan tahun. Selain itu, air mempunyai berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan udara, dan hal itu berarti bahwa potensi energi yang bisa dihasilkan 321.800 km sungai-sungai besar di dunia lebih besar dibandingkan dengan energi yang bersumber dari angin.

Energi listrik yang dihasilkan dari air mengalami peningkatan dari 16% di tahun 2003 hingga 19% di saat ini. Sementara energi angin hanya mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar kurang dari 1%. Berdasar perhitungan perusahaan tersebut, energi yang bersumber dari air memberikan 6,5% suplai listrik di Amerika Serikat, lebih besar dibanding listrik yang bersumber dari biomassa, geothermal, surya dan angin.

RiverStar, teknologi yang dikembangkan http://bourneenergy.com>Bourne Energy ditujukan untuk mengambil energi dari sungai. Kapasitas yang dihasilkan dari teknologi tersebut adalah 50 kW dengan kecepatan arus sungai minimal 4 knot atau sekitar 2 meter per detik.

Sementara untuk memanfaatkan gelombang laut, Bourne Energy menyiapkan teknologi TidalStar, dengan dua propeler yang saling membelakangi. Penempatan propeler dengan posisi tersebut dimaksudkan untuk bisa menangkap energi dari dua arah, ketika arus laut menuju dan meninggalkan propeler. Sedangkan untuk aplikasi di lautan, teknologi yang dipersiapkan untuk itu adalah OceanStar.

Menurut perusahaan tersebut, semua teknologi yang dikembangkannya bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik yang lebih besar dengan menghubungkan lebih dari satu modul-modul yang ada. Bahkan untuk RiverStar, mereka menyatakan
bahwa bagian atas dari modul bisa disamarkan dengan menutupinya menggunakan tanaman ataupun lainnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: