Pernah ada orang yang bertanya, bagaimana balasan bagi orang kafir yang banyak memberi kepada orang lain. Mereka memberikan milyaran dolar bagi kemanusiaan, seperti untuk kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi. Apakah mereka akan mendapatkan balasan dari Allah? Sesungguhnya kita tidak perlu bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Coba perhatikan perumpamaan berikut.

Misalnya Anda karyawan perusahaan A. Namun Anda bekerja untuk perusahaan B. Pekerjaan Anda sungguh hebat, banyak dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perusahaan B. Apakah Anda pantas meminta gaji dari perusahaan A? Adalah hal yang konyol jika Anda meminta gaji dari perusahaan A sementara Anda bekerja untuk perusahaan B. Kecuali pemilik kedua perusahaan itu sama.

Begitu juga dengan amal. Amal Anda tergantung niat. Meskipun seseorang beramal sangat banyak tetapi jika niatnya bukan karena Allah, maka dia tidak akan mendapatkan balasan dari Allah. Banyak orang beramal bukan demi Allah, tetapi demi manusia dan demi tuhan mereka selain Allah. Jelas dan pasti bahwa mereka tidak akan mendapatkan balasan dari Allah.

Namun demikian, sunatullah yang ada di bumi berlaku bagi siapa pun. Hukum gravitasi berlaku bagi siapa pun baik beriman maupun tidak. Begitu juga dengan hukum timbal balik yang mengatakan pemberi akan menerima juga bisa berlaku bagi semua orang. Jika para “dermawan” bisa bertambah kaya dengan jalan rajin memberi, hal ini tidak membenarkan tindakannya secara aqidah selama dia memberi bukan karena Allah.

Justru bagi kita umat Islam, kita akan mendapatkan balasan yang lebih dibanding mereka. Selain kita mendapatkan timbal balik berupa materi, kita pun insya Allah akan mendapat balasan kebaikan di Akhirat nanti. Jadi, sebuah amal dimata Allah tidaklah tergantung besar atau kecilnya, tetatpi tergantung dari niat orang yang beramal tersebut, demi Allah atau demi manusia?

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .