jump to navigation

Memaksimalkan “Kepompong” Romadhon 26 Agustus 2009

Posted by vikikurdiansyah in motivation.
trackback

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sekitar kita. kita bisa belajar dari tingkah laku dan perkataan manusia, tingkah laku hewan, tumbuhan dan sebagainya. Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan apa-apa yang DIA ciptakan. langit, bumi, hewan, tumbuhan dan lain-lain. bahkan ALLAH membuat nama surat di dalam al quran dengan nama hewan ciptaanNYA. pasti pembaca sudah tahu. yup… betul!!! lebah dan semut.

pada kesempatan klai ini, saya akan membahas tentang ulat, kepompong dan kupu-kupu. kita pasti sangat familiar dengan ulat, kepompong, kupu-kupu. ternyata ada hikmah yang besar yang bisa kita ambil dari peristiwa metamorfosis dan tingkah laku kupu-kupu.

sebagian orang mungkin jijik dan geli melihat ulat. tapi jika kupu-kupu pasti sebagian besar orang suka. tahukah pembaca bahwa ulat berubah jadi kupu-kupu harus melalui peristiwa yang butuh kekuatan ekstra. ulat harus puasa dari makan dan minum. ulat harus “i’tikaf” di dalam kepompongnya. tidak boleh keluar meski satu detik pun. entah kegiatan apa yang ulat lakukan di dalam persemediannya.

jika kita kaitkan dengan romadhon, kita semestinya bisa mencontoh aktivitas ulat jadi kupu-kupu. sebenarnya kita punya “kepompong sendiri”. ALLAH sudah memfasilitasi, yaitu bulan romadhon. di bulan ini, kita diperintahkan untuk terus beribadah kepada ALLAH, lebih banyak di masjid dari pada di tempat yang lain.  lebih banyak menahan hawa nafsu dari pada mengumbarnya. lebih banyak beristighfar dan merenung.

dengan melakukan puasa dan i’tikaf di dalam kepompongnya, ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik baik fisik maupun akhlaknya. Perlu dibuktikan!!! fisik kupu-kupu pasti bagus. akhlaknya juga bagus. kupu-kupu selalu beraktivitas dan berada di lingkungan yang positif. kupu-kupu berada di bunga2 yang indah. kupu-kupu juga mengambil yang baik-baik (madu). hingga akhir hayatnya kupu-kupu selalu beraktivitas dan berada di lingkungan yang positif.

Seharusnya kita jangan kalah dengan ulat dan kupu2, kita harus lebih baik dari mereka. Allah sudah menyediakan “kepompong” untuk kita (romadhon), sarana yang akan menjadikan kita seperti kupu-kupu bahkan lebih baik dari itu. di 11 bulan selain romadhon seharusnya kita bisa berfisik yang sehat dan bagus serta berakhlaq yang robbani. masak kalah sama kupu2…

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: