jump to navigation

Nasi Jadi Buku dan Hal yang Luar Biasa 27 November 2009

Posted by vikikurdiansyah in cerita, hikmah, inspirasi.
trackback

Bila membaca judul di atas, pasti muncul tanda tanya besar di benak Anda. Bisakah nasi jadi buku? Ternyata bisa. Hari kamis tanggal 19 November kemarin saya membuktikannya.

Pagi itu cuaca cerah. Tak seperti hari-hari sebelumnya, mendung dan hujan. Saya putuskan untuk pergi ke toko buku Togamas. Seperti biasa setiap kali ke toko buku, saya harus melihat semua buku yang ada di sana. Memang sudah menjadi menu wajib bila bertandang ke toko buku. Kumpulan buku yang saya lihat pertama kali adalah buku-buku tentang pengembangan diri. Saya pelototin satu per satu judulnya. Sesekali saya membaca tulisan di bagian belakang buku dan daftar isinya.

Ada beberapa buku yang menarik. Namun belum saya putuskan untuk memasukkan dalam daftar belanja. Saya lebih memilih melihat buku-buku yang lain sebagai pertimbangan. Lama melihat-lihat dan mensurvei buku, akhirnya saya putuskan untuk membawa dua buku pengembangan diri yang sangat saya dibutuhkan.

Kemudian saya teringat dengan jumlah uang yang saya punyai. Pas untuk makan 20 hari, sekitar 200 ribu. Terjadi pergolakan batin dan perang pemikiran saa itu. Bila beli buku, apa saya bisa makan untuk beberapa hari ke depan. Bila tidak beli, saya sangat butuh buku itu dan ternyata setelah dicek ke pihak Togamas, buku itu adalah satu-satunya yang masih tersisa. ‘Perang’ semakin memanas. Ketika itu juga saya teringat firman Alloh dalam al qur’an dan ustadz Abdullah Gymnastiar bahwa rezeki itu sudah ditanggung sama Alloh. Apalagi masalah makan, itu adalah rezeki yang pasti Allah berikan. Yakin bila kita berniat untuk kebaikan, apalagi menggali ilmu Alloh, pasti Alloh akan memberikan yang terbaik dan memberikan ganti yang lebih baik.

Dengan bermodal keyakinan itu, saya akhirnya membeli 2 buah buku pengembangan diri dengan harga 110 ribu lebih sedikit. Meski masih ragu, tapi saya ulang-ulang terus firman Alloh dan kata Aa Gym. Saya niatkan hanya untuk Alloh. Akhirnya uang yang seharusnya saya gunakan untuk makan malah saya belikan buku. Nasi menjadi buku.

Ada yang luar biasa dari peristiwa ini. Ternyata Alloh memberikan ganti uang makan saya dua kali lipat bahkan lebih. Saya diundang menjadi trainer outbound di dua instansi. Outbound di alam bebas, di pegununga. Yang pertama lembaga dakwah kampus Universitas Gajayana Malang pada hari Sabtu-Minggu dengan lokasi di daerah Coban Talun, Kota Batu. Kemudian SMAN 1 Gresik hari Senin-Selasa berlokasi di Pacet Mojokerto. Empat hari berturut-turut. Selain dapat ganti uang makan, saya mendapat ilmu yang luar biasa, makan gratis selama empat hari, dapat teman-teman baru yang luar biasa, dan lain-lain yang membuat hidup lebih bermakna.

Ada rahasia besar yang Alloh berikan pada hambaNya yang selalu memperbaiki diri dengan cara apapun. Bahkan di saat sulit pun harus tetap memperbaiki diri. Seperti pengalaman saya di atas. Semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari goresan ini.

salam sukses luar biasa!!!

viki kurdiansyah

Komentar»

1. Lex dePraxis - 4 Desember 2009

Tulisan yang menarik dan bermanfaat. Terima kasih telah berbagi, rasanya jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan dan menginspirasi satu sama lain tentang proses pengembangan diri. Dan jika Anda berminat melihat referensi silang, coba cek apa yang saya tulis dalam artikel Racun Pengembangan Diri. Semoga membantu.

Salam kenal.

Lex dePraxis
Unlocked!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: