jump to navigation

Mengubah (Dalam) Diri, Menatap Masa Depan 18 Mei 2010

Posted by vikikurdiansyah in hikmah, inspirasi, motivation.
trackback

Seorang dokter bedah kecantikan pada era tahun 1960-an, Maxwell Maltz, yang menemukan bahwa masih banyak pasiennya yang kecewa setelah wajahnya “dipermak abis” atau dioperasi total, sebagian dari mereka masih merasa tidak cantik dan kurang menarik padahal hasil operasi kecantikan tersebut adalah pesanan mereka sendiri. Hal ini menarik perhatian Dr Maltz karena bukan hanya terjadi oleh satu atau dua klien saja, akhirnya ia pun melakukan riset selama bertahun-tahun dan menemukan rahasia dibalik  permasalahan klien-kliennya tersebut. Secara mengejutkan rahasia ini juga dapat menjawab kenapa banyak orang yang sulit untuk berkembang dan meraih kesuksesan.

Rahasia dan Formula tersebut ditulisnya dalam buku yang berjudul “Psycho-Cybernatics” yang menjadi best seller dunia dan membawanya menjadi motivator yang diundang di seluruh belahan dunia sampai menjelang ajalnya di tahun 1975. Bahkan konon, motivator-motivator dunia yang kita kenal sekarang ini seperti Zig Ziglar, Thony Robbins, Bryan Tracy dan lain sebagainya mengunakan konsep dasarnya dalam pelatihan maupun metode yang mereka bawakan saat ini.

Secara ringkas Dr Maltz menjelaskan daripada seseorang merubah hal-hal yang terjadi di luar dirinya, jauh lebih effective jika mereka memulai perubahan dari dalam diri mereka sendiri. Perubahan tersebut diawali dari perubahan atas citra diri mereka yang sering kali sangat rapuh dan negative sehingga semua perubahan positif yang terjadi di luar diri mereka tetap dipandang sebagai hal-hal yang tidaklah memuaskan.

Citra diri adalah gambaran mental setiap orang terhadap dirinya sendiri. Hal ini termasuk keyakinan kita terhadap kelebihan dan kekurangannya. Sebagian keyakinan tersebut bisa benar juga bisa salah. Sampai dengan keyakinan tersebut diubah, prilaku kita cenderung mengikuti dan mencari fakta-fakta yang menguatkan keyakinan tesebut.

Contohnya jika Anda pernah mengalami sebuah trauma akibat ditertawakan, dihina atau dicacimaki di depan umum akibat salah mengucapkan sesuatu menyebabkan Anda menyakini diri Anda tidak memiliki bakat untuk berbicara di depan umum. Tentu saja peristiwa memalukan tersebut telah merusak citra diri Anda. Selama keyakinan tersebut Anda pegang maka selama itu pula Anda “tidak akan bisa berbicara di depan umum”.

Hal utama yang harus dilakukan oleh Anda jika memiliki trauma yang serupa adalah memperbaiki citra diri tersebut dengan mencari sebanyak-banyaknya bukti bahwa Anda pernah berbicara di depan public dengan baik dan normal, disisi lain Anda juga mencari fakta bahwa banyak orang juga mengalami beberapa kesulitan dan hambatan berbicara di depan umum, bahkan pembicara besar sekaliber Abraham Lincoln (Presiden Amerika) yang dikenal sangat ahli berpidato mengakui bahwa setiap kali ia harus berbicara di depan public, selama 30 detik pertama dengkul kakinya bergetar karena grogi, akan tetapi setelah itu dia mengumpamakan seseorang harus menodongkan pistol di kepalanya untuk mengakhiri pembicaraan tersebut karena semangat dan antusiasnya.

Hal yang diajarkan selanjutnya setalah citra diri Anda membaik adalah menggunakan metode “Synthetic experience” dimana diajarkan teknik visualisasi dalam mencapai target. Dengan gambaran mental seseorang diminta untuk membuat detail tahapan dan
langkah-langkah dalam mencapai targetnya tersebut, hal ini akan mempermudah seseorang dalam melakukan aktifitas nyatanya. Dengan bingkai mental seperti ini seluruh potensi dan sumber daya internal Anda akan maksimal dalam mengejar pencapaian Anda.
Contoh penerapan metode “Synthetic experience” dimana di masa perang Vietnam ada beberapa prajurit Amerika yang tertahan oleh tentara lawan yang mengalami siksaan diluar batas kemanusiaan. Sebagian besar dari mereka tidak sanggup mengalami tekanan mental maupun beban fisik setiap hari selama di kamp tahanan, bahkan memilih untuk bunuh diri atau pun meninggal karena kondisi yang parah tersebut. Hingga akhir masa peperangan tersebut menyisakan seorang perwira yang selamat hingga bisa kembali ke Amerika.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, sang perwira mengatakan “setiap hari selama dalam tahanan super berat tersebut, semua tahanan mengalami siksaan mental maupun fisik. Sebagian besar dari kami memilih berhenti berjuang dan menyerah, tetapi tidak bagi saya. Setiap hari dalam pikiran, saya selalu membayangkan hari-hari dimana saya akan dibebaskan, dimana saya berjumpa kembali dengan seluruh keluarga dan sanak saudara yang saya cintai. Dan akhirnya, inilah saya”. Padahal dalam kenyataannya ketika sang perwira memvisualisasikan hari pembebasannya tersebut belum ada tanda-tanda bahwa perang akan usai, bahkan kejadian pembunuhan tahanan adalah pemandangan sehari-hari di kamp tersebut. Gambaran metal inilah yang membuat ia kuat dan bertahan.

Lalu, bagaimana dengan “siksaan” yang harus Anda hadapi setiap hari? Apakah lebih berat sari sang perwira tersebut? Saya rasa tidak. Tetapi banyak dari kita merasa atau lebih tepatnya mengkondisikan hidupnya sendiri demikian sedih dan menderitanya sehingga kita punya alasan untuk pesimis atau bahkan merasa hidup tidak lagi ada gunanya. Menyedihkan bukan? Benar, hal negative inilah yang akan mereka dapatkan. Sering sebagian besar dari kita belum memulai sesuatu sudah menyerah karena gambaran mental dalam dirinya yang membuat enggan untuk berjuang. Hal-hal sederhana inilah yang akan terus mengganggu orang tersebut dalam pencapaian hidup.

Benar kata Dr Maltz, hambatan terbesar manusia dalam mencapai apapun berasal dari dalam dirinya sendiri. Demikian juga peribahasa yang menjadi begitu tersohor “Anda adalah Apa Yang Anda Pikirkan” oleh karena itu ingatlah, hasil akhir yang berkualitas dimulai dari mengimplementasikan yang berkualitas

Komentar»

1. QQ - 19 Mei 2010

Apa yang kita lakukan berawal dari apa yang kita pikirkan
Berpikir positif untuk melakukan tindakan positif
Canda, tawa, ceria…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: