jump to navigation

tantangan dakwah mandiri 22 Desember 2010

Posted by vikikurdiansyah in motivation.
Tags:
trackback

Melihat reportase dakwah Umi Neno Warisman di salah satu stasiun televisi tentang “Shiroh Rosululloh saw sebagai kekuatan penangkal dampak negatf teknologi dan pornografi” membuat hati ku berdesir hebat. Seakan hati ini tersayat-sayat diingatkan tentang pentingnya dan wajibnya berdakwah. Tersadar bahwa diri ini sangat kurang dalam mengajak orang lain ke kebaikan. Masih terlalu egois di usia 25 tahun ini. Tak pantas seharusnya. Lingkungan yang tak seperti dulu lagi, membuat diri ku terlena dengan rutinitas kerja. Melupakan pentingknya dakwah.

Dulu, semasa masih duduk di bangku kuliah, aktivitas untuk mengajak orang lain ke kebaikan masih membara di sanubari. Mulai menjadi takmir masjid, berkecimpung di lembaga dakwah kampus hingga mengunjungi saudara semuslim melalui silaturahim yang disisipi ajakan untuk berislam secara kaffah pun masih ku jalani.

Namun sekarang, jauh dari keluarga, jauh dari kampus, semangat dakwah itu terkikis oleh derasnya arus lingkungan yang tak sepaham dengan ku. Kondisi hedonis yang dominan menjadikan ku terlena dan lupa akan jati diri manusia yang sesungguhnya. Menjadi muslim yang sempurna. Iya.. harus sempurna. Namun, di tengah pengembaraan hidup ku yang sekarang ini, akankah diri ini akan mewarnai hidup. Atau malah akan diwarnai. Idealnya harus mewarnai. Bukan diwarnai. Kalau pun diwarnai dengan hal-hal yang positif, tidak masalah. Tapi jika sebaliknya yang menjadi masalah. Pondasi agama yang selama ini dibangun akan hancur bila warna-warna negatif meracuni ku.

Apakah ini bukti sabda Rosululloh saw. Barang siapa yang memegang syariat islam maka ia seperti menggenggam bara api. Sabda itu kurasakan benar adanya.

Adakah jalan keluar untuk mengatasi hal ini. Pasti ada. Saya selalu yakin bahwa setiap kesulitan selalu diapit dengan dua kemudahan. Kembali ke kampus seperti dulu bukan zamannya. Bergabung dengan organisasi islam yang bener-bener islam di daerah yang sekarang aku tinggal belum ada. Dipikiranku sekarang masih ada satu jalan. Membuat gerbong dakwah sendiri. Menjemput “partner hidup” yang pemahaman islamnya bagus. Semoga dengan ikhtiar yang selama ini dirajut akan menemukan kembali semangat dakwah.

Komentar»

1. aurora pink - 22 Desember 2010

mmm…
intinya dah ngebet banget nikah ni viki. wkwkwk.
semoga dimudahkan..

2. aurora pink - 22 Desember 2010

22 Des. Happy Mother Day..
bahagiakan Ibu mu sebelum lainnya..oke.

vikikurdiansyah - 22 Desember 2010

banyak cara untuk membahagiakan ibu…
communicate with mom…
salah satunya ndang nikah, hihi…
beliau juga udah kepengen anaknya yang paling ganteng ini segera nikah biar ibu bisa gendong cucu yang pertama…

vikikurdiansyah - 22 Desember 2010

salah satunya itu sih…
namun tidak sekedar itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: