jump to navigation

Refresh tujuan nikah mu 5 Februari 2011

Posted by vikikurdiansyah in cerita, cinta, hikmah, inspirasi, islam, keluarga.
Tags:
trackback

Sebuah cerita yang mengingatkan kita kembali akan makna dan tujuan menikah. Cocok bagi yang udah nikah maupun yang mau menikah. Semoga mendapat hikmah dari cerita ini

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama. Memandangi istriku yang tengah tertunduk dan diam seribu bahasa. Setelah sekian lama saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

”Assalamu’alaiki…. permintaan hafalan Qur’annya mau dibacakan kapan, Dek?” tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. ”Nanti saja saat qiyamullail,” jawab istriku masih dalam tunduknya.

Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun, ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu, ia pun menyerah. Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu bahwa istriku “tidak menarik”. Sekelebat pikiran itu muncul dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

”Bang, sudah saya katakan sejak ta’aruf (awal perkenalan), bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahanda Imam Malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengatakan pada Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama mereka,”Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengan baik (ma’ruf). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa: 19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama’ besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah. ”Ya Rabbi aku menikahinya karena-Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milik-Mu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhnya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajahnya yang masih menyisakan segumpal ragu. ”Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak Dek, sungguh sejak awal, niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat ini. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh anggota keluarga memboikot untuk tidak datang saat akad tadi pagi,” paparku sambil meggenggam erat jemarinya. Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya malam, bait-bait doa kubentangkan pada-Nya.”Rabbi, tak kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik, karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Rabbi, saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu pertemukanlah aku dengan-Mu dalam jannah-Mu!” Aku beringsut menuju pembaringan amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas. Ah, sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita shalihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shaum sunnah rasul-Nya.

Ya Allah, sesungguhnya aku ini lemah, maka kuatkan aku. Dan aku ini hina, maka muliakanlah aku. Dan aku fakir, maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih.

Diceritakan kembali dari cerita yang berjudul “Gejolak Jiwa di Malam Pertama” dari Tabloid Media Ummat yang beralamat di JL. Wilis 11 Malang, edisi 59/ tahun ke-2.

Komentar»

1. emil - 5 Februari 2011

(^_^)b

2. bukutama - 7 Februari 2011

Subhanallah, banyak pelajaran dapat diambil dari tulisan ini. Betapa cinta kita kepada suami/istri mesti karena Allah Swt. semata. Dengan demikian, betapa bahagianya rumah tangga ini. Syukran katsir telah berbagi. Salam ukhuwah dan selamat terus berkarya…

3. lintang - 9 Februari 2011

Mumtaaz…ditengah kesibukan yang luar biasa, antum masih juga menggoreskan pena dalam layar maya guna memberi secercah pelangi di hati yang amat kecil. Barakallohufiikum…

4. rachma - 9 Februari 2011

bagus ^^
gak tahu harus ngomong apa..hehe

5. vikikurdiansyah - 11 Februari 2011

@ All : jazakalloh khoir sudah mampir di blog saya

@ Lintang : sekedar berbagi inspirasi saudara2 semuslim…

@ Rahma : ngomong apa aja boleh dech…

6. lintang - 16 Februari 2011

ditunggu mutiara-mutiara qalbu berikutnya, kalau boleh request, ana ingin mengetahui sepak terjang perjuangan antum mulai zero to hero, semoga bisa menginspirasi untuk bahan tulisan ana, antum anggota FLP? salam kenal…berbakti..berkarya..berarti..

vikikurdiansyah - 16 Februari 2011

@ Lintang : dulu saat masih di Malang, saya sempat bergabung di FLP Cabang Malang dan alhamdulillah pernah jadi pengurus bidang kaderisasi.
Sekarang masih mencari komunitas kepenulisan di daerah jabar… nyari FLP lagi…

Dulu ada temen FLP Malang yang minta cerita ttg saya dari zero to hero… sudah saya buat namun belum selesai…
antum ingin cerita yang seperti apa??
insya Alloh akan saya usahakan

btw antum juga ikut FLP kah???

7. lintang - 18 Februari 2011

oh antum bekerja di jabar?ana fikir antum kerja di tips indonesia. Wah ana ketinggalan news up date rupanya, coz gk tau klo antum dah nulis cerita diri sendiri. Ana ingin cerita yang berkesan, bukan biografi. Mungkin masa-masa sulit yang pernah antum lalui hingga bisa berdiri dan bangkit dalam keadaan yang lebih ahsan, yg penting hikmah hidup yg didapat.Na’am…ana kader baru flp.Btw rencana mau netap di jabar?trus gmn masjid di ketawanggede nya?

8. vikikurdiansyah - 18 Februari 2011

saya udah gak di malang sejak bulan Juli 2010 dan beraktivitas di jabar…mulai september kemaren saya mulai menetap (sementara) di sukabumi

saya kerja di PLN bagian proyek…
klo proyek di sini udah selesai, insya ALloh pindah ke proyek lainnya… so gak menetap di sukabumi… pindah2…

kalo di tips indonesia, saya masih berkomunkasi dengan mereka… di sana tempat bertumbuh saya hingga saya jadi seperti ini… sulit untuk melupakan…
saya masih mencoba menggeluti dunia training…coba mengembangkan sayap di daerah jabar… mohon doanya…

masjid yang di ketawanggede yang ngurus temen2 mahasiswa kok… masih ada generasi penerusnya…

Insya Alloh saya akan mencoba menulis di tengah kesibukan saya…

9. lintang - 19 Februari 2011

oh..kadzaalik, mafhum…mafhum…okey ana tunggu qishoh antum yang ana request kmrn2..oh iya ana suka dg mp4 milik antm ttg gadis bisu pemain biola, boleh donk tau downloadnya dmn?ada yg lain gk?he..aasif..btw kaifa ta’limnya?dsana apa antm msh bs menimba ilmu fardu ‘ain?

10. vikikurdiansyah - 21 Februari 2011

insya Alloh akan saya usahakan
saya gak bisa menjanjikan
saya harus bagi waktu dengan kegiatan lain

mp4nya aku lupa link downloadnya
coba tak cek file nya di hardisk
klo kecil coba tak send…
ntar tak coba cari di you tube juga..

ta’limnya lagi “sepi” di sini
jarang banget…
ada ta’lim yang bagus…
satu minggu sekali…
dari temen2 salaf

untuk ngimbanginya aku beli buku dan baca sendiri…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: