jump to navigation

Saatnya sholat 7 waktu 16 Februari 2011

Posted by vikikurdiansyah in inspirasi, islam.
Tags: ,
trackback

Semua perintah Alloh yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw untuk umat islam telah Alloh firmankan melalui malaikat Jibril, baik perintah puasa, zakat, haji hingga shodaqoh. Namun ada satu perintah Alloh swt yang sangat spesial, yaitu sholat. Rosululloh saw harus “menjemput” perintah sholat secara langsung ke Sidrotul Muntaha, yang berada di langit ketujuh melalui peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Pada awalnya, Nabi Muhammad saw menerima perintah untuk sholat dalam sehari semalam sebanyak 50 kali. Namun karena beberapa “pertimbangan”, perintah sholat sampai ke umat islam seperti yang sekarang ini.

Betulkah sholat yang Alloh perintahkan sebanyak lima waktu seperti yang kita pahami sekarang. Sholat dhuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Mari kita ambil dua dalil dari Al Quran yang terdapat dalam surat Al Isra (17) ayat 78 dan 79.

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). [QS Al Isra (17) ayat 78]

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. [QS Al Isra (17) ayat 79]

Dari surat Al Isra ayat 78 tersirat bahwa ada enam waktu sholat. Mulai tergelincirnya matahari sampai gelap malam ada sholat dhuha, sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Sholat subuh menjadi sholat yang spesial yang Alloh sebutkan secara gamblang di surat ini. Selain disaksikan oleh para malaikat, pada waktu subuh (sebelumm sholat fardhu subuh) ada sholat sunnah yang lebih berharga dari dunia dan seisinya.

Pada surat Al Isra ayat 79, Alloh menyebutkan sholat tahajjud pada sebagian malam sebagai ibadah tambahan. Meskipun sebagai ibadah tambahan yang sebagian besar ulama mensunnahkan sholat tahajjud ini, namun sholat tahajjud bisa dijadikan parameter pembuktikan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh swt.

Pertanyaannya sekarang adalah maukah kita sebagai hamba Alloh diangkat ke tempat yang terpuji? Tanpa berpikir panjang, pasti jawabannya mau. Jadi contohlah Rosululloh yang istiqomah mengerjakan sholat dhuhur, ashar, maghrib, isya, tahajjud, subuh dan dhuha (sholat tujuh waktu).

Sebagai penutup artikel ini, saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara semuslim untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sholat. Sudah saatnya kita sholat tujuh waktu. Bukan lima waktu lagi.

Kepada saudara-saudara ku yang “belum bisa menghargai” perintah Alloh yang amat spesial ini, mari berusaha untuk menghargai dengan menjalankan sholat awal waktu dan berjamaah. Karena amal pertama yang dihisab pada saat di alam kubur adalah sholat.

Komentar»

1. renungan - 17 Februari 2011

terima kasih kembali diingatkan.
mari selalu berusaha yang terbaik untuk ALLAH..

2. Kama Pethak - 23 Februari 2014

Sebenarnya apa maksud sesungguhnya disuruhnya melakukan shalat? Apa makna teologis di balik shalat di tiap waktunya? Kalaupun ada perintah untuk shalat, tentunya ada maksud, makna dan tujuannya…. Bisakah diperjelas….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: