jump to navigation

Adzan : “traffic ligth” muslim beriman 12 April 2011

Posted by vikikurdiansyah in hikmah, islam, tauziyah.
Tags: , , ,
trackback

Ketika saya berangkat kerja, setidaknya ada sekitar empat traffic light (lampu lalu lintas) yang berdiri tegak di perempatan. Setiap lampu merah menyala, pasti semua kendaraan akan berhenti secara “otomatis”. Dan ketika lampu hijau menyala, serempak semua kendaraan ingin berebut untuk berjalan. Meskipun tidak ada polisi yang berdiri untuk mengawasi, semua pengemudi kendaraan bisa patuh pada lampu lalu lintas. Namun masih ada satu atau dua pengendara yang tidak patuh pada peraturan itu. Bisa jadi pengendara yang melanggar tadi terburu-buru karena istrinya mau melahirkan. Bisa juga dia punya prinsip “kan gak ada yang jaga” (he…he…). Atau mungkin ada juga yang buta warna. Warna lampunya jadi hijau semua, he…

Lho… apa hubungannya lampu lalu lintas dengan adzan. Sabar… sabar… Ni mau tak jelasin, he…

Setelah saya merenung beberapa saat, ternyata lampu lalu lintas dengan adzan memiliki hakikat yang hampir sama. Sama-sama memberi pertanda. Kalau lampu lalu lintas memberi tanda untuk kendaraan boleh jalan atau tidak. Sedangkan adzan memberi tanda bahwa waktu sholat sudah tiba bagi umat muslim yang “merasa” dirinya muslim.

Mengapa kok gunakan kata “merasa”… ya iya lah … masa ya iya dong, hehe…

Ternyata kebanyakan umat muslim sekarang tingkah lakunya seperti pengendara sepeda motor yang  lagi terburu-buru, yang punya prinsip “kan gak ada yang jaga” dan yang buta warna. Komplit dah…

Ketika adzan berkumandang, hanya sedikit orang yang hatinya terketuk untuk melangkahkan kakinya untuk membasuhkan air ke anggota wudhu dan melangkah ke masjid. Mereka lebih memilih aktivitas duniawi daripada perintah Ilahi. Mereka tidak memahami bahwa prinsip “kan gak ada yang jaga” tidak berlaku bagi Alloh swt. Alloh Maha Menjaga dan Maha Melihat. Atau Alloh sudah membatukan telinga, pikiran dan mata hatinya. Naudzubillah…

Wahai saudaraku seiman… Mari selalu penuhi panggilan Alloh untuk sholat berjamaah. Alloh sangat menyukai hamba-hambanya yang sholat diawal waktu dengan berjamaah. Dan Alloh murka pada hamba-hambanya yang lalai terhadap sholat.

Mari kita ramaikan masjid dengan sholat berjamaah. Karena dengan berjamaah “kekuatan” umat muslim akan kembali seperti dulu.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: